Tradisi Bunga Sedap Malam saat Idulfitri

  • 30 Mar 2026 08:35 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Bagi banyak keluarga di Indonesia, menyambut hari raya Idulfitri terasa kurang lengkap tanpa kehadiran aroma harum dari bunga sedap malam. Bunga yang mekar di malam hari ini seringkali menjadi dekorasi rumah karena keharumannya yang kuat namun menenangkan.

Kehadiran bunga sedap malam menjadi penanda bahwa hari kemenangan telah tiba, memberikan suasana yang lebih sakral dan segar di ruang tamu. Bunga ini memiliki karakteristik unik dengan kelopak berwarna putih bersih yang tersusun rapi pada batang yang panjang.

Namanya sendiri diambil dari sifat alaminya yang mengeluarkan aroma paling tajam saat matahari telah terbenam hingga menjelang pagi. Hal inilah yang membuat rumah-rumah pada malam takbiran dipenuhi oleh wangi semerbak yang khas.

Dilansir dari Halodoc, bunga sedap malam bisa menurunkan kadar stres dalam tubuh. Bunga sedap malam dapat digunakan sebagai aromaterapi, kandungan di dalamnya memberikan efek menenangkan.

Dalam tradisi Lebaran, bunga sedap malam biasanya diletakkan di dalam vas tinggi berisi air dan ditempatkan di sudut ruangan atau meja perjamuan. Air dalam vas tersebut berfungsi untuk menjaga kesegaran bunga agar tetap bertahan selama beberapa hari di tengah keriuhan silaturahmi.

Wangi alaminya juga berfungsi sebagai "pengharum ruangan" yang mampu menetralisir aroma berbagai hidangan bersantan yang disajikan saat hari raya. Secara filosofis, warna putih pada kelopak bunga sedap malam sering dikaitkan dengan simbol kesucian dan kebersihan hati.

Makna ini sangat sejalan dengan semangat Idulfitri, di mana umat Muslim merayakan kembalinya diri ke fitrah setelah satu bulan penuh berpuasa. Dengan memajang bunga ini, pemilik rumah seolah ingin menunjukkan ketulusan dan sukacita dalam menyambut para tamu yang datang untuk bermaaf-maafan.

Meskipun kini banyak tersedia pengharum ruangan sintetis, pesona sedap malam tidak pernah luntur dan permintaannya selalu melonjak tajam menjelang Lebaran. Para pedagang bunga dadakan biasanya akan memenuhi pasar-pasar tradisional hingga pinggir jalan besar pada H-2 hingga H-1 Idulfitri.

Harga yang meningkat di waktu tersebut tidak menyurutkan niat masyarakat untuk membelinya demi menjaga tradisi turun-temurun dalam keluarga. Tidak hanya di Indonesia, bunga yang aslinya berasal dari Meksiko ini juga dihargai di berbagai belahan dunia sebagai bahan baku utama parfum mewah.

Namun, di tanah air, kedekatannya dengan momen religius dan kekeluargaan membuatnya memiliki nilai sentimental yang jauh lebih dalam. Setiap hirupan wanginya seringkali membawa kembali kenangan masa kecil saat berkumpul bersama sanak saudara di kampung halaman.

Menjaga kesegaran bunga sedap malam selama hari raya sebenarnya cukup mudah, yakni dengan memotong sedikit bagian bawah batangnya secara miring setiap hari. Dengan perawatan sederhana tersebut, aroma wangi akan terus terpancar dan mempercantik hunian Anda selama masa libur Lebaran.

Bunga ini bukan sekadar tanaman hias, melainkan elemen penting yang menyempurnakan kehangatan momen Idulfitri setiap tahunnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....