Makna Lambang Ikan dalam Hiasan Perayaan Imlek

  • 09 Feb 2026 11:03 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Tahun Baru Imlek bukan sekadar ganti kalender, tapi momen "pulang" dan "awal yang baru" bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia. Intinya adalah merayakan syukur atas tahun yang lalu dan memohon keberuntungan untuk tahun yang akan datang.

Perayaan Imlek hanya tinggal hitungan hari, yakni tanggal 17 Februari 2026. Perayaan Imlek tahun ini, ada hiasan Imlek yang berbeda dibandingkan tahun lalu.

Jelang Perayaan imlek, tidak sedikit masyarakat Tionghoa sudah menyiapkan segalanya, mulai dari makanan, buah-buahan hingga atribut Imlek seperti simbol gambar ikan. Saat ini banyak orang menggantungkan gambar ikan dalam hiasan Imlek baik itu di rumah, mall, restoran dan hotel, selain gambar kuda sebagai penanda tahun ini bershio kuda api.

Adalah Jeremy Huang Wijaya, budayawan Tionghoa Cirebon mengatakan, simbol ikan mencerminkan simbol keberuntungan bagi yang merayakan Imlek.

“Warga Tionghoa percaya bahwa Ikan adalah simbol keberuntungan dan kelimpahan. Karena dalam penulisan ikan (鱼) dibaca sama dengan karakter untuk kata "Kelimpahan" (充), sehingga makan ikan pada makan malam Tahun Baru melambangkan "Niannian Youyo" yang berarti " kelimpahan kekayaan setiap tahun. Ikan juga sajian di meja sembahyang dan juga sajian di meja makan keluarga karena mengharapkan kelimpahan kekayaan setiap tahun,” ujar Jeremy kepada RRI, Minggu 8 Februari 2026.

Di budaya Tionghoa, kehadiran ikan saat makan malam Imlek itu hampir "wajib". Kepercayaan ini sebenarnya berakar dari permainan kata dalam bahasa Mandarin yang sangat menarik.

Lebih lanjut Jeremy Huang Wijaya juga mengatakan, bahwa tahun ini simbol ikan di atap rumah mengharapkan dapat meredam elemen panas di tahun kuda api.

"Dalam masa resesi Ekonomi dunia saat ini banyak orang mengharapkan mendapatkan kelimpahan dalam kehidupan nya. Apalagi saat ini kuda api, elemen api membuat kehidupan dalam keadaan panas membara, baik itu iklim yang dapat mengakibatkan gelombang panas maupun juga dapat mengakibatkan bisnis yang tidak pasti. Menggantungkan simbol ikan di atap rumah mengharapkan dapat meredam elemen panas di tahun kuda api ini,” katanya.

Bukan sekadar dimakan, ada tradisi tertentu dalam menyajikan ikan saat Imlek untuk menjaga "hoki", seperti ikan disajikan lengkap dari kepala sampai ekor yang melambangkan awal dan akhir  tahun yang baik. Kemudian bagian atas ikan dimakan di malam tahun baru, dan bagian bawahnya disisakan untuk dimakan keesokan harinya (hari pertama Imlek).

Ini secara simbolis menunjukkan bahwa keberuntungan dari tahun lalu "meluap" ke tahun yang baru. Tidak hanya itu, bagi warga Tionghoa, makan ikan bukan cuma soal nutrisi, tapi soal optimisme ekonomi untuk setahun ke depan.

Tradisi menggantungkan simbol ikan di rumah, bagi mereka yang merayakan Imlek sangat percaya bahwa simbol ini diharapkan dapat meredam elemen panas dalam kehidupan. Karena unsur kayu dalam rumah menciptakan kesejukan, dan kenyamanan.

Kendati demikian lebih dari itu semua, bagi warga Tionghoa perayaan Imlek dijadikan momen untuk menunjukkan rasa bakti dengan melakukan sembahyang untuk menghormati leluhur dan dewa-dewa sebagai bentuk syukur atas perlindungan di tahun yang lalu serta memohon berkah untuk tahun yang baru. Imlek adalah tentang Refleksi (bersyukur atas masa lalu), Koneksi (menjaga hubungan keluarga), dan Proyeksi (menaruh harapan besar untuk masa depan).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....