Buah-Buahan Langka, Warisan Alam Terancam Punah
- 11 Feb 2026 08:36 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Keanekaragaman buah-buahan di dunia merupakan bagian penting dari kekayaan hayati yang menopang kehidupan manusia. Namun, seiring perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan berkurangnya minat budidaya, sejumlah jenis buah kini semakin sulit ditemukan.
Buah-buahan yang dulunya tumbuh liar atau dibudidayakan secara turun-temurun, perlahan masuk kategori langka dan terancam punah. Di Indonesia, salah satu buah yang mulai langka adalah kepel.
Buah khas Jawa ini dahulu identik dengan lingkungan keraton. Kepel memiliki aroma khas dan dipercaya memiliki manfaat kesehatan.
| Baca juga: Usir Bau Mulut saat Puasa dengan Makanan Ini |
Namun, pohonnya kini jarang ditemui karena membutuhkan waktu lama untuk berbuah dan kalah bersaing dengan tanaman komersial. Buah lain yang mulai jarang dijumpai adalah gowok atau kupa.
Buah berwarna ungu kehitaman ini memiliki rasa manis-asam dan dahulu banyak tumbuh di pekarangan rumah. Seiring perubahan pola tanam dan urbanisasi, keberadaan gowok semakin tersisih dan hanya ditemukan di wilayah tertentu.
Dari wilayah Sumatra dan Kalimantan, terdapat buah menteng dan buah tampoi yang juga mulai sulit ditemukan. Menteng memiliki rasa asam segar, sedangkan tampoi dikenal dengan aroma harum dan rasa manis lembut.
| Baca juga: Tips Ampuh Usir Bau Mulut saat Puasa |
Minimnya upaya budidaya dan eksploitasi hutan menjadi faktor utama kelangkaan buah-buah tersebut. Tidak hanya di Indonesia, kelangkaan buah juga terjadi secara global.
Pisang Gros Michel, misalnya, pernah menjadi varietas pisang paling populer di dunia sebelum hampir punah akibat penyakit Panama pada pertengahan abad ke-20. Kini, varietas tersebut hanya tersisa di beberapa wilayah terbatas.
Para ahli menilai, hilangnya buah-buahan langka bukan sekadar kehilangan sumber pangan, tetapi juga hilangnya plasma nutfah dan pengetahuan lokal. Setiap buah memiliki potensi gizi, ekonomi, dan budaya yang besar.
Upaya pelestarian melalui kebun plasma nutfah, edukasi masyarakat, serta pengembangan budidaya lokal menjadi langkah penting untuk menyelamatkan buah-buahan langka. Tanpa kesadaran dan tindakan nyata, kekayaan buah yang diwariskan alam berisiko hanya tinggal nama dalam catatan sejarah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....