Jeremy Huang: Kue Keranjang Ada sejak Dinasti Liao

  • 09 Feb 2026 12:39 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Perayaan Imlek atau Tahun Baru China bukan sekadar pesta kembang api atau bagi-bagi angpao. Secara mendalam, Imlek merupakan wujud dari berbagai nilai luhur yang menyatukan aspek spiritual, sosial, dan budaya.

Imlek itu bisa dibilang "lebarannya" kuliner Tionghoa. Setiap hidangan yang disajikan di atas meja bukan cuma soal rasa, tapi adalah simbol doa yang dimakan.

Kalau di meja makan sudah bertaburan makanan, biasanya hidangan-hidangan ini yang wajib hadir sebagai wujud harapan tertentu. Mulai dari masakan ikan, buah-buahan hingga kue keranjang.

Setiap menjelang perayaan Imlek, warga Tionghoa Cirebon yang ekonomi menengah ke atas selalu membagikan kue keranjang kepada tetangga dan handai taulan. Kue keranjang bukan sekadar camilan manis yang muncul setahun sekali.

Dalam tradisi Tionghoa, kue ini adalah simbol penuh doa dan harapan yang sangat mendalam, seperti yang disampaikan Jeremy Huang Wijaya tokoh budayawan Tionghoa asal Cirebon melalui WhatsApp pribadinya.

“Kue keranjang dalam bahasa Mandarin disebut Nian Gao. Nian artinya tahun dan Gao berati kue, yang mengandung arti kue tahun karena kuat satu tahun, dan dibuat nya satu tahun sekali. Sedangkan kata Gao juga terdengar seperti kata tinggi (高), sehingga kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat. Makin ke atas, tumpukan kue makin mengecil, yang memberikan makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran,” ujar Jeremy Huang kepada RRI, Minggu 8 Februari 2026.

Lebih lanjut Jeremy Huang mengatakan bahwa Kue keranjang atau Nian Gao memang memiliki catatan sejarah yang kuat di masa Dinasti Liao.

"Ada 3 sumber mengatakan kue keranjang sudah ada sejak Dinasti Liao (907-1125). Menurut dongeng kue keranjang ini dipersembahkan kepada dewa Tungku (Cau Kun Kong) agar membawa laporan yang menyenangkan kepada raja Surga (Giok Hong Siang Te). Sedangkan ada juga yang mengatakan Pada Dinasti Tang (618-907 M),” katanya.

Meskipun akar budayanya sudah ada jauh sebelumnya, catatan sejarah menunjukkan bahwa pada awal Dinasti Liao, masyarakat di wilayah Beijing sudah memiliki tradisi memakan kue ketan pada hari pertama di bulan pertama kalender Lunar (Tahun Baru). Di masa inilah kue ini mulai menjadi hidangan khas tahun baru yang lazim di konsumsi oleh masyarakat utara.

Ia menceritakan, kendati populer di masa Dinasti Liao, asal-usulnya sering ditarik ke masa yang lebih kuno, yaitu Zaman Musim Semi dan Gugur.

"Ada sumber lain juga yang menceritakan kalau kue keranjang pun, sudah ada sejak 2500 tahun lalu. Dimana ketika mangkatnya Wu Zixu Jendral Perang dari kerajaan Wu, peristiwa itu terjadi ketika Goujian dari Kerajaan Yue menyerang kerajaan Wu, peristiwa itu mengakibatkan banyak tentara terjebak dalam tembok besar kota tersebut, banyak yang tewas akibat kelaparan. Jendral Wu Zixu sebelum meninggal menyampaikan pesan ketika kelaparan gali tembok sekeliling kota sedalam 1 meter karena disana ada makanan kue keranjang dari ketan, para prajurit menggali tanah di sekeliling tembok sedalam 1 meter di temukan kue keranjang dari ketan membuat mereka bebas dari kelaparan,” lanjutnya.

Setelah masa Dinasti Liao, popularitas kue ini terus berkembang. Pada masa Dinasti Ming (1368-1644) dan Dinasti Qing (1644-1911), kue keranjang tidak lagi hanya menjadi makanan ritual atau konsumsi kalangan tertentu, tetapi resmi menjadi kudapan umum yang dinikmati seluruh lapisan rakyat saat merayakan Imlek.

Terlepas dari itu, penyebutan "Kue Keranjang" sebenarnya khas Indonesia (terutama di Jawa). Hal ini karena pada proses pembuatannya, kue ini dicetak di dalam wadah yang terbuat dari anyaman bambu (keranjang), sementara di negara asalnya, hanya disebut Nian Gao (Kue Tahun).

Membagikan kue keranjang yang dilakukan warga Tionghoa kepada tetangga dan handai taulan memiliki makna menjalin persahabatan dan persaudaraan yang bulat utuh. Karena kue keranjang dari ketan jadi lengket dan rasanya manis jadi menjalin persahabatan dan persaudaraan dengan manis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....