Rahasia Di Balik Tidur Panjang Hewan Koala

  • 23 Jan 2026 09:48 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Koala seringkali dianggap sebagai salah satu hewan paling malas di dunia karena menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. Dilansir dari National Geographic, rata-rata, seekor koala dapat tidur selama 18 hingga 22 jam setiap harinya di atas pohon eukaliptus.

Kebiasaan ini sebenarnya bukan karena sifat malas, melainkan sebuah strategi bertahan hidup yang sangat krusial bagi metabolisme tubuh mereka. Penyebab utama dari rasa kantuk yang berkepanjangan ini terletak pada pola makan mereka yang sangat spesifik, yaitu daun eukaliptus.

Daun eukaliptus dikenal sangat rendah nutrisi dan mengandung serat kasar yang sulit dicerna oleh sistem pencernaan hewan pada umumnya. Karena asupan kalori yang didapat sangat sedikit, koala harus membatasi pengeluaran energi mereka dengan cara beristirahat dalam waktu yang lama.

Selain rendah nutrisi, daun eukaliptus juga mengandung senyawa beracun yang bisa mematikan bagi spesies lain. Tubuh koala memiliki organ khusus yang disebut sekum untuk memproses racun-racun tersebut agar tidak membahayakan nyawa mereka.

Dari sisi biologis, koala memiliki laju metabolisme yang sangat lambat dibandingkan mamalia lain dengan ukuran tubuh yang serupa. Metabolisme yang lambat ini adalah adaptasi evolusioner agar bisa bertahan hidup hanya dengan mengonsumsi daun.

Dengan tidur hampir sepanjang hari, mereka memastikan bahwa energi yang tersisa tidak terbuang sia-sia untuk aktivitas fisik yang tidak perlu. Cuaca dan suhu lingkungan juga turut memengaruhi durasi tidur hewan ikonik asal Australia ini.

Pada siang hari yang terik, koala akan meringkuk di dahan pohon untuk menjaga suhu tubuh agar tetap stabil dan menghindari dehidrasi. Koala tertidur sebenarnya berfungsi sebagai fase konservasi energi yang sangat efisien.

Saat koala terjaga, biasanya hanya untuk makan selama beberapa jam, mereka akan bergerak dengan sangat lambat untuk menjaga keseimbangan energi. Kegiatan tidur panjang koala adalah bentuk kompromi cerdas antara ketersediaan makanan dan kebutuhan energi. Tanpa waktu istirahat yang ekstrim tersebut, tubuh koala tidak akan mampu mengolah racun dan serat dari daun eukaliptus yang menjadi sumber makanan utama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....