Penguatan Akhlak Jadi Metode MAN 2 Cirebon Bentengi Siswa dari Konten Negatif
- 02 Okt 2026 17:24 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Penguatan akhlak menjadi salah satu metode edukasi yang dinilai penting untuk membentuk daya kritis siswa dalam menghadapi berbagai konten keagamaan dan informasi negatif di ruang digital. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi, sosialisasi, serta penguatan kepada peserta didik agar mereka memiliki pemahaman dan benteng dalam menyikapi informasi yang diterima melalui media digital.
Kepala MAN 2 Kabupaten Cirebon, H. Ibnu Katsir, M.Pd.I, mengatakan pendidikan akhlak perlu diperkuat karena persoalan literasi agama tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami informasi keagamaan, tetapi juga menyangkut moral, perilaku, dan pembentukan karakter siswa. Hal tersebut disampaikan dalam Dialog “Cirebon Menyapa” RRI Cirebon yang disiarkan Selasa, 29 September 2026, dengan tema Kemenag Kabupaten Cirebon Siapkan Satgas Literasi Agama Hingga Kecamatan.
“Ya, kembali lagi karena ini bertali soal moral, soal akhlak, soal perilaku, maka penguatan di akhlaknya, gitu kan,” ujar Ibnu.
Menurutnya, siswa perlu mendapatkan edukasi dan sosialisasi secara berkelanjutan agar mampu memahami serta menyaring informasi yang mereka temui, khususnya ketika berhadapan dengan konten keagamaan di media digital. Penguatan tersebut juga diperlukan karena tidak seluruh siswa memiliki lingkungan pendidikan keagamaan yang sama, sehingga pendekatan di setiap madrasah perlu disesuaikan dengan kondisi peserta didiknya.
Ia menilai peran berbagai unsur dalam Satgas Literasi Agama dan Keagamaan dapat membantu memberikan edukasi yang sesuai dengan lingkungan siswa, termasuk melalui keterlibatan tokoh agama dan unsur pendidikan. Dengan kolaborasi tersebut, pemahaman keagamaan dapat diberikan secara lebih luas sekaligus diarahkan untuk mencegah siswa terpapar informasi atau perilaku yang berpotensi memberikan dampak negatif.
“Karena Satgas itu kan di dalamnya ada beberapa unsur yang terlibat, ya. Ada tokoh ulama, tokoh ulamanya dari berbagai agama, situ masuk semua,” ucap Ibnu.
Ia berharap penerapan literasi agama melalui edukasi, sosialisasi, dan penguatan akhlak dapat diterapkan secara berkelanjutan di madrasah dan sekolah di Kabupaten Cirebon. Menurutnya, langkah tersebut penting agar generasi muda tidak hanya cerdas dalam menerima informasi, tetapi juga memiliki dasar moral dan perilaku yang baik dalam menggunakan ruang digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....