Dispusip Kota Cirebon Dorong Lomba Perpustakaan Kelurahan Jadi Sarana Pembinaan
- 09 Agt 2026 06:31 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pelaksanaan Lomba Perpustakaan Kelurahan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon tidak hanya diarahkan untuk mencari perpustakaan terbaik, tetapi juga menjadi sarana pembinaan agar pengelola perpustakaan kelurahan terus memperbaiki kualitas manajemen dan layanan kepada masyarakat. Hal tersebut terlihat dari pelaksanaan lomba yang telah memasuki tahun kedua dengan memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Perpustakaan Nasional serta memberikan ruang bagi perpustakaan untuk mengevaluasi kekurangan dan mengembangkan inovasi.
Pustakawan Ahli Pertama sekaligus pendongeng Dispusip Kota Cirebon, Berlian Mintoningtyas, mengatakan pelaksanaan lomba tersebut memberikan kesempatan bagi perpustakaan kelurahan untuk mengetahui kekurangan sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki berdasarkan hasil penilaian. “Jadi memang kegiatan ini, kegiatan lomba perpustakaan kelurahan itu, memang ini adalah tahun kedua yang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon itu laksanakan,” ujar Berlian saat diwawancarai pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Menurut Berlian, keberadaan lomba juga mendorong perpustakaan untuk tidak berhenti pada pencapaian administratif, tetapi memperhatikan aspek manajemen, inovasi, kolaborasi, dan dampak yang dihasilkan bagi masyarakat. Ia mengatakan, delapan instrumen penilaian yang digunakan dalam lomba menjadi bagian yang perlu diperhatikan oleh setiap perpustakaan dalam meningkatkan kualitas pengelolaannya.
“Kalau dilihat dari Perpustakaan Kelurahan Sunyaragi pasti ada plus minusnya ya, tapi mereka kemudian menunjukkan hal-hal yang positifnya,” kata Berlian. Ia menjelaskan, kekurangan yang dimiliki perpustakaan dapat ditutupi dengan penguatan terhadap potensi dan program positif yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pembinaan tersebut juga mendorong perpustakaan kelurahan untuk mulai mengembangkan sistem layanan yang lebih modern, salah satunya melalui otomasi pengelolaan perpustakaan. Berlian mengatakan penerapan otomasi memungkinkan data perpustakaan terinput dan layanan peminjaman serta pengembalian koleksi dapat dikelola secara lebih teratur.
Dispusip juga mendorong perpustakaan kelurahan agar mengembangkan program yang bersumber dari potensi lingkungan dan melibatkan masyarakat, seperti yang dilakukan melalui kegiatan Ngaji Budaya di Kelurahan Sunyaragi. Kegiatan tersebut melibatkan tokoh masyarakat untuk menggali informasi mengenai sejarah dan asal-usul wilayah yang kemudian dapat dikembangkan menjadi bahan bacaan dalam bentuk cetak maupun digital.
Selain pengembangan koleksi, pemanfaatan teknologi juga dinilai penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan, termasuk melalui koleksi digital yang dapat diakses menggunakan QR code. “Nah, itu bisa ditempel-tempel. Nah, anak, warga, siapa pun yang apa, berada di Kelurahan Sunyaragi itu mereka bisa mengakses,” ucap Berlian.
Berlian mengatakan capaian Perpustakaan Kelurahan Sunyaragi yang meraih juara pertama tingkat Kota Cirebon dan kemudian masuk 8 besar tingkat Provinsi Jawa Barat menunjukkan bahwa proses pembinaan dan evaluasi dapat mendorong perpustakaan untuk berkembang. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi perpustakaan kelurahan lainnya agar terus memperbaiki manajemen, menciptakan inovasi, dan menghadirkan layanan yang berdampak bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....