Proyek IFP-IFM PPN Kejawanan Ditarget Serap 8.000 Tenaga Kerja
- 19 Sep 2026 14:35 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, Kota Cirebon, Jawa Barat, ditargetkan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja hingga lebih dari 8.000 orang. Target tersebut menjadi bagian dari pengembangan PPN Kejawanan melalui proyek Integrated Fishing Ports and International Fish Markets (IFP-IFM) Phase-I yang ditandai dengan groundbreaking pada Kamis, 17 September 2026 di kawasan PPN Kejawanan, Kota Cirebon.
Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp459 miliar melalui dukungan Islamic Development Bank (IsDB) tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua tahun. Selain membuka peluang kerja, pengembangan PPN Kejawanan juga memberikan akses khusus bagi nelayan tradisional melalui pembangunan dermaga yang diperuntukkan bagi kapal-kapal tradisional.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan pengembangan PPN Kejawanan diarahkan untuk memperkuat aktivitas perikanan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kapasitas pelabuhan akan ditingkatkan dari 241 kapal menjadi 500 kapal sehingga aktivitas pendaratan dan usaha perikanan dapat berkembang.
Seiring peningkatan kapasitas tersebut, jumlah tenaga kerja di kawasan PPN Kejawanan diproyeksikan bertambah dari sekitar 2.900 orang menjadi lebih dari 8.000 orang. Pengembangan kawasan juga mencakup fasilitas pelayanan, tempat pelelangan ikan modern, kawasan usaha perikanan, serta sarana pendukung aktivitas nelayan.
Akses bagi nelayan tradisional turut menjadi bagian dari desain pengembangan PPN Kejawanan. KKP menyiapkan dermaga khusus untuk kapal tradisional sehingga pengembangan pelabuhan tetap mencakup kebutuhan nelayan kecil dalam menjalankan aktivitas perikanan.
Selain penyerapan tenaga kerja, PPN Kejawanan disiapkan menjadi pusat bisnis hasil tangkapan ikan dan ekspor produk perikanan. Pelabuhan akan dikembangkan dengan konsep one stop service dan one stop solution untuk memberikan akses layanan yang lebih terintegrasi bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan lokal.
Perwakilan Islamic Development Bank, Anisa Pratiwi, menyampaikan dukungan terhadap proyek tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem perikanan dan rantai nilai hasil perikanan Indonesia. Ia menyebut integrasi tersebut mencakup pendaratan ikan, pengolahan, logistik, hingga akses pasar domestik dan internasional.
“Lewat pembangunan ini, kami berharap terbangun ekosistem perikanan yang semakin kuat dan terintegrasi, mulai dari pendaratan ikan, pengolahan dan logisitik, hingga akses pasar baik domestik maupun internasional. Dengan demikian kami berharap kualitas produk perikanan Indonesia dapat terus meningkat,” ujar Anisa.
Baca juga: KKP Kembangkan PPN Kejawanan Cirebon Jadi Pelabuhan Internasional
Pengembangan PPN Kejawanan juga diproyeksikan meningkatkan produktivitas pendaratan ikan dari sekitar 5.600 ton menjadi 32.000 ton per tahun. Dengan peningkatan aktivitas tersebut, kawasan pelabuhan diharapkan menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi perikanan sekaligus mendukung pengembangan wisata bahari di Kota Cirebon.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....