KKP Kembangkan PPN Kejawanan Cirebon Jadi Pelabuhan Internasional

  • 19 Sep 2026 14:30 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Kementerian Kelautan dan Perikanan mengembangkan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, Kota Cirebon, Jawa Barat, menjadi pelabuhan perikanan bertaraf internasional dan ramah lingkungan. Pengembangan tersebut ditandai dengan pelaksanaan groundbreaking proyek Integrated Fishing Ports and International Fish Markets (IFP-IFM) Phase-I pada 17 September 2026 di kawasan PPN Kejawanan, Kota Cirebon.

Proyek IFP-IFM Phase-I memiliki nilai investasi sekitar Rp459 miliar dengan dukungan Islamic Development Bank (IsDB) dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua tahun. Pengembangan ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan, produktivitas perikanan, serta daya saing sektor perikanan di Cirebon.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan pengembangan PPN Kejawanan menjadi bagian dari pembangunan pelabuhan perikanan yang lebih modern dan terintegrasi. Ia menyebut kawasan tersebut nantinya tidak hanya mendukung aktivitas perikanan, tetapi juga dapat terhubung dengan sektor wisata sesuai karakter daerah.

“Ini adalah salah satu tonggak sejarah setelah sekian puluh tahun pembangunan pelabuhan. Ini dilakukan berdasarkan perencanaan, mimpinya adalah sebuah lokasi pelabuhan perikanan yang modern, bagus, bersih tidak berbau, yang betul-betul terkombinasi dengan sektor wisata yang tematik sesuai dengan karakter di daerah,” ujar Trenggono.

Melalui pengembangan tersebut, kapasitas PPN Kejawanan yang saat ini mampu menampung sekitar 241 kapal akan ditingkatkan menjadi 500 kapal. Produktivitas pendaratan ikan juga diproyeksikan meningkat dari sekitar 5.600 ton menjadi 32.000 ton per tahun.

Peningkatan kapasitas tersebut turut diarahkan untuk memperkuat penerimaan negara dari aktivitas pelabuhan perikanan. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang saat ini sekitar Rp15 miliar per tahun ditargetkan meningkat menjadi Rp53 miliar per tahun setelah pengembangan selesai.

PPN Kejawanan nantinya dilengkapi fasilitas pelayanan dan sertifikasi, dermaga yang lebih banyak, tempat pelelangan ikan modern dengan instalasi pengolahan air limbah atau IPAL, serta kawasan usaha perikanan. Infrastruktur pendukung lainnya mencakup groin, revetment, dan breakwater di sisi barat dan timur kawasan pelabuhan.

Dengan pembangunan tersebut, PPN Kejawanan disiapkan menjadi pusat bisnis hasil tangkapan ikan sekaligus mendukung ekspor produk perikanan. Konsep one stop service dan one stop solution juga diterapkan untuk memperkuat layanan bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....