Disiplin Bukan Pembatas, tetapi Bekal Membentuk Karakter

  • 31 Agt 2026 18:05 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pendidikan dan latihan Paskibraka tidak hanya dipandang sebagai persiapan untuk melaksanakan tugas pengibaran dan penurunan bendera. Proses tersebut juga menjadi sarana membentuk kedisiplinan, mental, tanggung jawab, dan karakter generasi muda.

Baki Pagi Paskibraka Provinsi Jawa Barat 2026, Steffi Arnfa, mengaku mendapatkan pengalaman berbeda setelah mengikuti pemusatan latihan Paskibraka. Ia sebelumnya hanya mengetahui Paskibraka sebatas bertugas mengibarkan dan menurunkan bendera.

“Setelah saya mengikuti Paskibraka ini, saya tahu Paskibraka ini mengajarkan kehidupan yang disiplin dan bersosial yang baik. Dan untuk pengalaman saya sendiri itu pendidikan selama mengikuti pemusatan Paskibraka itu dibilang berat sebenarnya tidak,” ucapnya katanya pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, selama pemusatan latihan, para peserta menjalani berbagai kegiatan dengan jadwal yang teratur. Kegiatan dimulai sejak pagi hingga malam dan mencakup ibadah, latihan, serta pembinaan kedisiplinan.

Menurutnya, rasa lelah dan mengantuk selama latihan merupakan hal yang wajar. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya berpikir untuk menyerah karena ada tanggung jawab yang harus diselesaikan.

“Kalau rasa ngantuk atau lelah tuh pasti, tapi kalau rasain menyerah enggaklah. Tanggung jawab kita, kita harus menjalani tugas kita itu sebagai orang paskibraka. Jadi, kita enggak mungkin dong lagi di tengah latihan tiba-tiba ah udahlah mundur aja kita enggak mungkin,” katanya.

Bati Wanwil Siter Dim 0614/Cirebon, Pelda M. Setia Kusumah, mengatakan disiplin tidak semestinya dipahami sebagai sesuatu yang membatasi kebebasan. Menurutnya, disiplin justru menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan dapat membentuk seseorang menjadi lebih bertanggung jawab.

Ia memberikan contoh sederhana melalui kewajiban menjalankan ibadah sebagai bentuk disiplin. Menurutnya, kebiasaan disiplin dalam kehidupan sehari-hari akan membantu seseorang menjalankan tanggung jawab secara lebih teratur.

Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun mental generasi muda. Dalam memberikan motivasi kepada anggota Paskibraka, ia mengingatkan mereka pada perjuangan dan harapan orang tua serta sekolah.

“Jadi kalau saya ngasih semangat ke anak-anak itu kalau kamu menyerah coba lihat ke belakangmu. Ada orang tuamu, ada gurumu,” ujarnya.

Menurutnya ketegasan pelatih perlu disertai pendekatan yang menyentuh sisi emosional peserta. Dengan mengingat orang tua dan guru, peserta diharapkan memiliki dorongan untuk menyelesaikan tanggung jawab dan tidak mudah menyerah.

Steffi sendiri berkomitmen meneruskan nilai kedisiplinan yang diperolehnya kepada adik-adik kelas. Ia menyebut, setelah menjadi Paskibraka, dirinya memiliki tanggung jawab sebagai Duta Pancasila untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Di mana kita harus menerapkan kehidupan ya yang berdasarkan Pancasila itu dalam kehidupan sehari-hari. Jadi pasti dong saya akan menerapkan nilai kedisiplinan kepada adik kelas saya,” katanya.

Proses Paskibraka dengan demikian tidak berhenti pada pelaksanaan upacara, tetapi diharapkan menghasilkan generasi muda yang mampu membawa nilai disiplin, tanggung jawab, dan karakter Pancasila ke lingkungan sekolah maupun masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....