PLN Indonesia Power Dukung Percepatan Program PLTS 100 GWp
- 28 Agt 2026 00:30 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – PLN Indonesia Power memperkuat kontribusinya dalam mendukung percepatan pengembangan energi surya nasional melalui Program PLTS 100 GWp. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan sejumlah proyek energi surya yang menjadi bagian dari portofolio energi terbarukan perusahaan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Momentum tersebut ditandai dengan Launching & Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Bali pada Selasa, 25 Agustus 2026 yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Presiden didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia serta jajaran terkait sebagai langkah strategis mempercepat transformasi menuju sistem energi yang bersih dan berkelanjutan.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pembangunan PLTS 100 GWp dalam tiga tahun menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi Indonesia. Prabowo mengatakan, "Program PLTS berkapasitas 100 GWp merupakan langkah besar untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi Indonesia. Target ini akan kita bangun dalam waktu sekitar tiga tahun dengan memanfaatkan potensi energi terbarukan dalam negeri, termasuk tenaga surya dan panas bumi. Kita ingin membuktikan bahwa Indonesia mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri, mengurangi ketergantungan pada energi impor, serta mengelola seluruh sumber daya energi secara efektif dan berpihak pada kepentingan rakyat," ujarnya.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengutarakan percepatan program tersebut menjadi langkah untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap energi impor. Bahlil menjelaskan, "Hari ini kita mempercepat implementasi program PLTS 100 GW. Total investasinya sekitar US$73 miliar atau Rp1.120 triliun, yang berpotensi menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menurunkan emisi hingga 120 juta ton CO₂ per tahun. Program ini akan kita laksanakan secara masif dalam tiga tahun, sekaligus mendorong penggunaan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menegaskan kesiapan pihaknya untuk mengambil peran aktif dalam mendukung percepatan pengembangan energi surya tersebut. Menurutnya, pengembangan PLTS membutuhkan penguatan kapabilitas, inovasi teknologi, serta kolaborasi untuk memastikan energi bersih dapat dihadirkan secara andal.
Bernadus menyatakan, "PLN Indonesia Power berkomitmen mengambil peran strategis dalam mendukung percepatan Program PLTS 100 GWp melalui pengembangan portofolio energi surya yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan. Dengan pengalaman, kapabilitas, serta kolaborasi bersama mitra strategis, kami siap mengoptimalkan potensi energi surya di berbagai wilayah Indonesia sekaligus memastikan pengembangannya memberikan nilai tambah bagi sistem ketenagalistrikan dan mendukung tercapainya ketahanan energi nasional," ujarnya.
PLN Indonesia Power sendiri telah memiliki sejumlah proyek pembangkit energi surya yang dikembangkan bersama mitra strategis di berbagai wilayah. Portofolio tersebut antara lain PLTS Terapung Gajah Mungkur berkapasitas 134,2 MWp, PLTS Terapung Saguling 92 MWp, PLTS Pasuruan 132 MWp, serta PLTS Banyuwangi 132 MWp.
Pengembangan portofolio ini menjadi bagian dari langkah PLN Indonesia Power dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan sekaligus menghadirkan solusi energi yang mendukung kebutuhan sistem ketenagalistrikan. Keterlibatan perusahaan dalam momentum ini semakin memperkuat komitmen untuk menghadirkan solusi energi yang andal dan berkelanjutan bagi pembangunan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....