Perkuat Ketahanan Energi, PLN IP Dorong Pemanfaatan Geothermal 45 MW
- 21 Agt 2026 22:42 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Potensi panas bumi Indonesia bukan sekadar kekayaan yang tersimpan di dalam bumi, tetapi dapat diolah menjadi listrik bersih untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Semangat tersebut diwujudkan PLN Indonesia Power bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk pembelian tenaga listrik dari dua proyek panas bumi dengan total kapasitas 45 MW.
LoI ini menjadi langkah konkret untuk mempercepat pemanfaatan energi bersih di Indonesia. LoI tersebut mencakup pengembangan Ulubelu Binary (Bottoming) Unit berkapasitas 30 MW di Provinsi Lampung dan Lahendong Binary (Bottoming) Unit berkapasitas 15 MW di Provinsi Sulawesi Utara.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta dan Direktur Utama PGE Ahmad Yani dalam rangkaian The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Acara turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H., Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Bahlil Lahadalia, serta Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPU.
Potensi panas bumi tidak boleh berhenti sebagai angka, tetapi harus berubah menjadi energi yang benar-benar dirasakan masyarakat. Ini sejalan dengan pernyataan Bahlil pada IIGCE 2026 hari ini mengenai besarnya potensi geothermal Indonesia, percepatan pengembangan, serta pentingnya kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha.
“Indonesia dianugerahi potensi panas bumi yang luar biasa besar. Namun, potensi itu tidak boleh hanya tersimpan di dalam bumi atau berhenti menjadi angka. Energinya harus kita hadirkan menjadi listrik yang memberi manfaat bagi masyarakat, menggerakkan ekonomi, dan memperkuat kemandirian energi bangsa,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Bahlil Lahadalia.
Menurut Bahlil, percepatan pengembangan geothermal membutuhkan keberanian untuk mengubah potensi menjadi proyek nyata melalui kolaborasi. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, begitu juga dunia usaha. Kuncinya adalah kolaborasi. Ketika regulator, PLN, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama, saya yakin kekayaan panas bumi Indonesia dapat kita optimalkan menjadi energi bersih yang andal dan menjadi kekuatan Indonesia di masa depan,” katanya menambahkan.
Berdasarkan paparan Eniya Listiani Dewi pada pembukaan IIGCE 2026, Rabu, 19 Agustus 2026, ia menekankan momentum 100 tahun panas bumi Indonesia sejak pengeboran di Kamojang, karakter geothermal yang mampu memasok listrik 24 jam.
“Kamojang mengajarkan kita bahwa panas bumi bukan sekadar sumber energi, tetapi warisan energi yang terus hidup. Seratus tahun sejak pengeboran pertama dilakukan pada 1926, uapnya masih mengalir dan terus memberi manfaat bagi negeri. Dari Kamojang, kita melihat bahwa geothermal memiliki kekuatan untuk menjadi energi bersih yang andal, berkelanjutan, dan menjadi bagian penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian energi,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi.
Keterlibatan PLN Indonesia Power dalam akselerasi pengembangan geothermal ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI) bersama PT PLN (Persero) dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE). Kerja sama ini mencakup pengembangan PLTP Lahendong Binary berkapasitas 15 MW di Sulawesi Utara dan PLTP Ulubelu Binary berkapasitas 30 MW di Provinsi Lampung. Dalam pipeline perencanaan kerjasama strategis ini, total potensi kapasitas pengembangan dapat mencapai 230 MW.
Kedua proyek memanfaatkan teknologi bottoming untuk mengolah dan memanfaakan panas dari fluida panas bumi (brine) yang belum termanfaatkan untuk dijadikan tambahan energi listrik bersih dari pembangkit geothermal eksisting. Langkah ini menjadi bentuk optimalisasi potensi sumber daya panas bumi pada lapangan WKP eksisting sekaligus meningkatkan kapasitas pembangkitan tanpa sepenuhnya bergantung pada pengembangan sumber (lapangan WKP) baru.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar, PLN Indonesia Power terus mendorong optimalisasi potensi tersebut menjadi energi bersih yang andal. “Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar. Melalui kolaborasi PLN Indonesia Power dan PGE pada Lahendong dan Ulubelu, kami ingin mengoptimalkan potensi tersebut menjadi energi bersih yang andal sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional,” ujar Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta.
Menurut Bernadus, percepatan transisi energi membutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. “Sinergi antara PLN, PLN Indonesia Power, PGE, pemerintah, investor, dan seluruh pelaku industri menjadi kunci untuk mempercepat hadirnya pembangkit bersih yang andal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui pengembangan Lahendong dan Ulubelu bersama PGE, PLN Indonesia Power terus memperkuat kontribusinya dalam menghadirkan energi bersih yang andal, sekaligus mendorong sistem energi nasional yang semakin hijau, tangguh, dan mandiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....