Guru SDN Pangrango Pastikan Distribusi MBG Berjalan Lancar

  • 14 Agt 2026 17:53 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Pangrango berjalan lancar dengan melibatkan guru dan siswa sesuai jenjang kelas. Mekanisme pembagian disesuaikan dengan usia siswa, termasuk porsi makanan dan jenis saus yang diberikan.

WaliKelas 5 SD Negeri Pangrango Kota Cirebon, Windu Kusmawati, S.Pd.I mengatakan, siswa kelas atas sudah memahami alur pembagian MBG secara mandiri. Mereka mengambil makanan sesuai jadwal piket, kemudian makan dan mengembalikan wadah setelah selesai.

“Untuk kelas atas sudah terjadwal sesuai jadwal piket, mereka sudah memahami ketika MBG datang, mengambil saat istirahat, kemudian dibagikan dan setelah makan dikumpulkan lagi,” ujarnya kepada RRI Jumat, 14 Agustus 2026.

Sementara itu, siswa kelas rendah masih membutuhkan pendampingan guru dalam proses pembagian makanan. Kondisi tersebut membuat guru turut mengambil dan membagikan MBG kepada siswa agar proses distribusi tetap berjalan tertib.

Menurutnya, jumlah siswa dalam satu kelas yang berkisar 20 hingga 25 anak membantu proses pembagian makanan. Selain guru, koordinator MBG dan penjaga sekolah juga ikut membantu mengatur distribusi makanan kepada para siswa.

Perbedaan MBG untuk siswa kelas rendah dan kelas atas terutama terdapat pada ukuran porsi makanan. Siswa kelas rendah mendapatkan nasi dengan porsi yang lebih sedikit, sedangkan siswa kelas atas memperoleh porsi penuh.

“Perbedaannya untuk kelas rendah dan kelas tinggi ada di porsi, kemudian rasa seperti saus cabai atau tidak pedas, sedangkan isiannya sama semua,” katanya.

Ia menambahkan, pihak sekolah menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan penanda berupa warna tali untuk membedakan makanan bagi kelas rendah dan kelas tinggi. Meski demikian, jenis makanan utama seperti katsu dan roti tetap diberikan kepada seluruh siswa dengan jumlah yang sama.

Dalam pelaksanaannya, siswa juga mulai memahami cara menyikapi makanan yang tidak mereka sukai. Makanan yang tidak dikonsumsi dapat diberikan kepada teman atau dikumpulkan untuk kemudian diserahkan kepada petugas yang membantu pengelolaan MBG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....