SDN Pangrango Sambut Positif Program MBG

  • 13 Agt 2026 11:36 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Pangrango, Kota Cirebon, mendapatkan sambutan positif dari pihak sekolah dan orang tua murid. Program ini dinilai menjadi solusi konkret dalam membantu pemenuhan gizi anak, khususnya bagi keluarga dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Kepala SDN Pangrango Kota Cirebon, Wafa Sriastria, S.Pd., M.Pd. mengungkapkan bahwa antusiasme siswa di sekolahnya sangat tinggi sejak program ini diadakan rutin setiap hari Senin hingga Jumat.

"Anak-anak sangat antusias dan selalu menanyakan menu harian. Bagi sekolah kami yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga menengah ke bawah, program MBG ini sangat dibutuhkan dan dirasakan langsung manfaatnya," ujar Wafa saat ditemui, Selasa11 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, dari total 245 siswa yang terdaftar pada tahun ajaran ini, lebih dari 50% sangat membutuhkan MBG. Sebagian besar dari mereka berdomisili di wilayah pesisir timur serta daerah perbatasan kota.

”Presentase orang tua atau siswa yang membutuhkan MBG ini kalau dipresentasikan mungkin lebih dari 50%,” ujarnya menambahkan

Selain manfaat asupan pangan, Wafa juga mengapresiasi keterbukaan pengelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya. Pihak dapur dinilai sangat kooperatif dan responsif terhadap masukan yang diberikan oleh pihak sekolah maupun para siswa.

"Dua hari sebelum dibagikan, jadwal menu sudah diinfokan ke kami. Jika anak-anak kurang suka dengan menunya, mereka bisa menuliskan saran di kertas untuk dievaluasi oleh tim dapur," katanya menjelaskan.

Tidak hanya itu, pihak pengelola dapur SPPG dipastikan tetap menyalurkan jatah MBG bagi siswa yang sedang mengikuti kegiatan pembelajaran di luar lingkungan sekolah. Bahkan bagi siswa yang tidak sempat menghabiskan porsinya di sekolah, pihak pengelola mengizinkan makanan tersebut untuk dibawa pulang.

”Jika ada jadwal di luar sekolah, mbg tetap diberikan. Kalau misalkan ada anak-anak yang tidak mau konsumsi, ada sebagian orang tua yang membawa ke rumah,” ujarnya.

Ia berharap koordinasi positif yang sudah terjalin baik ini dapat terus dipertahankan secara konsisten. Keterbukaan dalam menerima evaluasi menjadi kunci utama agar program prioritas ini dapat berjalan berkelanjutan tanpa hambatan.

Penulis : Sabila Nurul Fadlillah

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....