Kebakaran Lahan Dominasi Kejadian Kebakaran di Kota Cirebon pada Musim Kemarau
- 12 Agt 2026 16:11 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cirebon mencatat sebanyak 108 kejadian kebakaran sepanjang 2026. Dari jumlah tersebut, kebakaran didominasi kejadian pada lahan kering yang mencapai 49 kasus atau sekitar 45,3 persen.
Kepala Seksi Kesiapsiagaan, Operasi, dan Penyelamatan DPKP Kota Cirebon, Nurjaman, mengatakan potensi kebakaran meningkat saat memasuki musim kemarau. Kondisi lahan yang kering ditambah cuaca panas dan tiupan angin membuat api lebih cepat merambat.
"Potensi kebakaran di musim kemarau ini cukup signifikan ada kenaikan. Karena dari beberapa catatan yang ada di kami itu, di tahun 2026 ini sudah mencapai 108 kali kejadian kebakaran," ujarnya pada Selasa 11 Agustus 2026.
Ia menyebut, dari 108 kejadian tersebut, sebanyak 49 kasus merupakan kebakaran lahan kering. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian DPKP karena puncak kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Agustus atau awal September.
Wilayah Harjamukti menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian karena masih terdapat lahan-lahan kering yang belum dibangun. Selain Harjamukti, potensi kebakaran juga terdapat di Pegambiran, Kasepuhan, dan Kebon Pelok.
Keberadaan lahan kering di sekitar jalur tol juga dinilai memiliki risiko tambahan. Kebakaran di kawasan tersebut tidak hanya mengancam lingkungan sekitar, tetapi juga dapat mengganggu jarak pandang pengendara dan berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Ia mengatakan kebakaran lahan umumnya dapat dipicu kelalaian manusia, salah satunya pembakaran sampah yang tidak diawasi. Api yang ditinggalkan dapat merambat ketika kondisi sekitar kering dan diperkuat tiupan angin.
"Jangan membakar sampah pada saat terik matahari dan angin kencang. Terus jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar," katanya.
Untuk mengantisipasi kebakaran selama musim kemarau, DPKP Kota Cirebon meningkatkan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi kebakaran. Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan kebakaran yang sulit ditangani secara mandiri.
Pihkanya mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun pembersihan lahan dengan cara dibakar. Pencegahan dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran kecil berkembang menjadi lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....