Kekeringan Kembali Muncul, Argasunya Jadi Daerah Prioritas Penanganan
- 05 Agt 2026 13:16 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon kembali memprioritaskan penanganan kekeringan di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, menyusul mulai munculnya krisis air bersih pada musim kemarau tahun 2026. Kondisi tersebut mulai dirasakan warga sejak Juni dan menjadi perhatian utama BPBD bersama unsur terkait.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Cirebon, Arief Adhitya Firmansyah, mengatakan Argasunya masih menjadi wilayah yang paling terdampak kekeringan setiap musim kemarau. Menurutnya, faktor geografis membuat masyarakat setempat kesulitan memperoleh air bersih meski telah membuat sumur hingga puluhan meter.
"Memang Kota Cirebon merupakan salah satu wilayah yang jika di musim kemarau ada satu titik wilayah yang terdampak, yaitu Kelurahan Argasunya. Dari tahun ke tahun kami bersama unsur terkait selalu terfokus ke Argasunya ketika musim kemarau tiba," katanya kepada RRI, Rabu, 5 Agustus 2026.
Arief menjelaskan, berdasarkan catatan BPBD, tingkat kekeringan di Argasunya cukup tinggi pada 2023 dan 2024. Sementara pada 2025 tidak ada laporan kekeringan karena kondisi dinilai masih stabil dan aman.
Memasuki 2026, warga kembali mulai mengalami kekurangan air bersih sejak Juni sehingga penanganan kembali dipusatkan di wilayah tersebut. BPBD bersama pihak terkait pun terus memantau perkembangan kondisi di lapangan agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi.
"Di Argasunya mayoritas warga kalau sudah musim kemarau, jangankan untuk mencuci, untuk minum atau konsumsi pun sulit. Itu yang menjadi prioritas kami saat ini," ujarnya.
Selain Argasunya, BPBD juga mencatat adanya dampak kekeringan di Kelurahan Kalijaga. Namun, kondisi di wilayah tersebut dinilai tidak separah Argasunya karena kebutuhan air bersih warga masih dapat dipenuhi untuk keperluan sehari-hari.
Arief menambahkan, di Kalijaga bantuan air bersih umumnya hanya dibutuhkan untuk kebutuhan konsumsi seperti memasak dan minum. Berbeda dengan Argasunya yang mengalami kesulitan memperoleh air untuk hampir seluruh kebutuhan rumah tangga, sehingga penanganannya menjadi prioritas BPBD Kota Cirebon.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....