Terapkan PM-AAS, Kabupaten Cirebon Targetkan Panen 9 - 12 Ton Padi per hektare
- 01 Agt 2026 20:48 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) mulai dipersiapkan untuk diterapkan di Kabupaten Cirebon. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertanian RI dalam meningkatkan produktivitas padi melalui sistem budidaya modern.
Melalui program ini, hasil panen ditargetkan melonjak dari rata-rata enam ton menjadi sembilan hingga 12 ton per hektare. Lonjakan produksi tersebut diakselerasi lewat penerapan sistem tanam benih langsung (Tabela) pada musim tanam tertentu.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Dr. H. Deni Nurcahya, S.T., M.Si., dalam Dialog Cirebon Menyapa RRI Cirebon, Jumat, 31 Juli 2026. Ia mengatakan PM-AAS merupakan pola budidaya pertanian intensif yang mengedepankan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian.
"PMAS atau Pertanian Modern Advanced Agricultural System ini adalah salah satu budidaya pertanian yang intensif yang digagas oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan menggunakan sistem yang modern. Tujuannya adalah untuk menghasilkan produksi yang tinggi, 9 sampai 12 ton per hektarnya," ujar Deni.
Ia menjelaskan selama ini produktivitas rata-rata padi di Kabupaten Cirebon berada pada kisaran enam ton per hektare sehingga PM-AAS diharapkan mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan. Menurutnya, peningkatan produksi tersebut menjadi tujuan utama dari penerapan sistem pertanian modern yang sedang dipersiapkan pemerintah daerah bersama Kementerian Pertanian.
Deni mengatakan penerapan PM-AAS menggunakan sistem Tabela atau tanam benih langsung sehingga lebih sesuai diterapkan pada musim tanam kedua dan ketiga ketika curah hujan rendah. Pada musim hujan, kata dia, metode persemaian tetap dinilai lebih tepat karena benih yang langsung ditebar berpotensi terbawa aliran air.
"Dengan PMAAS ini hasilnya sekitar 9 atau 10 ton per hektar. Karena sistem tabela, ini bisa dilakukan di MT 2 dan MT 3, karena tidak ada hujan," ucap Deni.
Ia menambahkan keberhasilan program tersebut akan bergantung pada pembuktian hasil di lapangan sehingga petani memiliki keyakinan untuk menerapkannya secara luas. Karena itu, Dinas Pertanian juga akan melakukan percontohan budidaya sebagai bagian dari upaya mempercepat adopsi teknologi PM-AAS di Kabupaten Cirebon.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....