Kelompok Difabel Desa Nanggela, Cirebon Perkuat Inklusi Sosial di Tingkat Desa
- 28 Jun 2026 16:40 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Penyandang disabilitas di Desa Nanggela, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, terus memperkuat peran mereka melalui Kelompok Difabel Desa (KDD). Keberadaan organisasi tersebut dinilai menjadi wadah penting untuk memperjuangkan hak, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya inklusi sosial.
Sekretaris KDD Desa Nanggela, Cholisoh, mengatakan kelompok tersebut terbentuk pada 2024 dan kini memiliki 68 anggota. Menurutnya, KDD menjadi ruang bagi penyandang disabilitas untuk saling mendukung sekaligus memperkenalkan keberadaan mereka kepada pemerintah desa maupun masyarakat.
"Sangat penting sekali, karena di situ ada wadah untuk memperkenalkan kepada masyarakat dan pemerintah desa bahwa kami penyandang disabilitas ada di desa masing-masing. Kami juga membuktikan bahwa kami setara dengan mereka," ujarnya pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Ia menjelaskan, KDD secara rutin menggelar pertemuan bulanan bersama pendamping maupun pertemuan mandiri yang dikelola anggota. Berbagai pelatihan juga diberikan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan penyandang disabilitas.
Menurutnya bergabung dengan KDD membawa perubahan besar dalam hidupnya. Sebelum menjadi anggota, ia mengaku tidak percaya diri hingga enggan keluar rumah karena kondisi disabilitas fisik yang dialaminya.
"Sebelum masuk KDD saya tidak pernah keluar rumah, minder dan tidak percaya diri. Setelah bergabung saya melihat teman-teman lain yang tetap semangat sehingga saya termotivasi dan lebih bersyukur," katanya.
Ia menambahkan, KDD juga aktif mengedukasi masyarakat agar menghapus stigma terhadap penyandang disabilitas. Salah satunya dengan melibatkan anggota dalam berbagai kegiatan desa sebagai bukti bahwa penyandang disabilitas mampu berkontribusi.
"Kami ingin membuktikan bahwa kami bisa dan setara dengan masyarakat non-disabilitas. Hak kami sama, jadi jangan pernah berkecil hati. Kami juga mampu berkarya," ucapnya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan besar masih terus dihadapi, terutama dalam mengajak seluruh anggota aktif mengikuti kegiatan. Hal ini disebabkan sebagian besar anggota merupakan penyandang disabilitas mental yang memerlukan pendekatan lebih intensif dan penuh kesabaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....