Gerakan Pangan Murah digelar DKPPP Kota Cirebon jelang Iduladha
- 22 Mei 2026 14:25 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar Pemerintah Kota Cirebon di Lapangan Kebon Pelok, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan GPM menyediakan berbagai kebutuhan pokok murah sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga pangan dan mengendalikan inflasi menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Pelaksanaan GPM tersebut menjadi bagian dari kegiatan serentak se-Jawa Barat yang menyasar masyarakat luas. Program ini bertujuan agar warga lebih mudah memperoleh kebutuhan pangan murah, terutama di wilayah rawan pangan.
Berbagai komoditas dijual dalam kegiatan itu, di antaranya cabai merah, cabai hijau, cabai rawit merah, dan bawang putih seharga Rp5.000–Rp10.000 per bungkus. Selain itu, ada juga bawang merah yang dijual dengan harga Rp30.000 per kilogram.
Selain itu, tersedia beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp11.600 per kilogram dan beras premium kemasan 5 kilogram seharga Rp13.600 per kilogram. Berbagai kebutuhan lain juga dihadirkan, seperti minyak goreng Rp16.000 per botol, gula Rp15.000 per kilogram, telur ayam Rp24.000 per kilogram, ayam Rp30.000 per kilogram, serta daging sapi Rp120.000 per kilogram.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon, Elmi Masruroh, S.P., M.Si, mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) dilaksanakan untuk mendekatkan akses pangan kepada masyarakat. Program ini bertujuan agar masyarakat dapat membeli bahan pokok dengan harga murah dan kualitas baik menjelang hari besar keagamaan nasional.
“Kalau GPM itu tentunya untuk mendekatkan akses pangan masyarakat supaya masyarakat bisa mendapatkan pangan dengan harga murah, harga terjangkau, dan barang berkualitas. Kemudian juga untuk pengendalian inflasi, karena momennya menjelang hari besar keagamaan nasional Idul Adha,” ujarnya kepada RRI, Jumat, 22 Mei 2026.
Pemilihan kawasan Kalijaga sebagai lokasi pelaksanaan dilakukan karena wilayah tersebut dinilai masuk dalam kategori rawan pangan. Melalui langkah ini, program tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok secara lebih mudah.
Kegiatan GPM juga dilengkapi Pasar Tani yang menyediakan sayur dan buah segar, serta pojok stunting berupa pembagian ikan dan telur gratis bagi keluarga yang membutuhkan dengan kuota terbatas. Selain itu, acara ini disertai dengan edukasi mengenai konsumsi pangan B2SA, gerakan stop boros pangan, dan GEMARIKAN.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....