PLN IP Dukung Target 100 GW PLTS di Solartech Indonesia 2026

  • 23 Apr 2026 15:40 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - PT PLN Indonesia Power (PLN IP) mempertegas komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional. Hal ini ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam ajang Solartech Indonesia 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, 22–24 April 2026.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh GEM Indonesia dan menjadi salah satu pameran energi terbarukan terbesar di Asia Tenggara. Forum tersebut dinilai strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor energi, khususnya kelistrikan.

Presiden Direktur GEM Indonesia Baki Lee menyatakan, ajang ini menjadi momentum penting bagi pengembangan industri energi. “Pameran internasional ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dan mendukung industri kelistrikan yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Sekretaris Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM Sahid Junaidi, Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta, serta CEO asosiasi kelistrikan seperti APAMSI, APTIKNAS, dan APERLINDO.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menegaskan keikutsertaan PLN IP merupakan kontribusi nyata dalam percepatan energi bersih. “Partisipasi PLN Indonesia Power dalam event ini menjadi bukti nyata komitmen korporasi dalam mendukung ekosistem transisi energi. Melalui anak usaha PLN Indonesia Geothermal, Trina Mas Agra Indonesia, dan PLN Indonesia Power Services, kami berkomitmen menghadirkan energi bersih serta mendukung pencapaian RUPTL melalui pengembangan infrastruktur dan PLTS di seluruh Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Direktur Jenderal Gakkum Kementerian ESDM Sahid Junaidi menyampaikan pemerintah tengah menyusun Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) terbaru. Dokumen tersebut diselaraskan dengan target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Ia menegaskan energi surya memiliki potensi terbesar dibandingkan sumber energi baru terbarukan lainnya. Pemerintah juga mendorong pengembangan rooftop solar PV sebagai bagian percepatan pemanfaatan energi surya.

“Pemerintah juga mendorong percepatan pemanfaatan energi surya. Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan PLTS hingga 100 Gigawatt (GW) dalam 2–3 tahun ke depan (2026–2028) guna mempercepat transisi energi dan memperkuat ketahanan energi nasional. Kami berharap dukungan seluruh pihak untuk mewujudkan swasembada energi bersih di Indonesia,” ucap Sahid.

Dalam ajang ini, PLN Indonesia Power menampilkan berbagai inovasi transisi energi melalui anak usahanya. Di antaranya PLN Indonesia Geothermal, Trina Mas Agra Indonesia, dan PLN Indonesia Power Services.

PLN IP juga menghadirkan Bareto Coffee sebagai mitra binaan PLN UBP Saguling. Kehadiran ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi lokal.

Partisipasi aktif tersebut menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat peran sebagai motor penggerak transformasi energi nasional. Upaya ini diarahkan menuju masa depan energi yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....