Makan Bergizi Gratis di Ciwaringin Capai Target Distribusi Hampir 100 Persen

  • 24 Apr 2026 10:54 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disesuaikan untuk menekan angka stunting dinilai sudah cukup efektif dari sisi distribusi di Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, dengan cakupan penerima manfaat hampir menyeluruh, meski dampak terhadap status gizi masih perlu pemantauan jangka panjang. Hal ini disampaikan Koordinator SPPG Ciwaringin, Dzakiyyah Azzahroh, S.Gz. dalam Dialog Cirebon Menyapa RRI Cirebon, Rabu, 22 April 2026, yang menyoroti ketepatan sasaran, distribusi, serta efektivitas program.

Dzakiyyah menyebutkan bahwa penyaluran MBG untuk kelompok prioritas 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sudah menjangkau hampir seluruh sasaran di delapan desa di Ciwaringin. “Alhamdulillahnya kalau di Ciwaringin ini, kita untuk distribusi kepada tiga B, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, itu sudah hampir 100 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa seluruh SPPG di wilayahnya telah menjalankan distribusi sesuai sasaran, sehingga dari sisi cakupan program dinilai sudah optimal. Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya dilihat dari distribusi, melainkan juga dampaknya terhadap perbaikan status gizi masyarakat.

Menurutnya, hingga saat ini hasil konkret terhadap penurunan stunting belum bisa diukur secara instan karena membutuhkan proses dan pemantauan berkelanjutan. “Yang belum terlihat apakah efektivitas terhadap status gizinya mereka, karena kan belum ada monitoringnya itu, harus dilihat jangka panjang,” katanya.

Dzakiyyah menambahkan bahwa penanganan stunting berkaitan erat dengan periode seribu hari pertama kehidupan yang menjadi fase krusial dalam pertumbuhan anak. Oleh karena itu, evaluasi program harus dilakukan secara bertahap dan berbasis data perkembangan gizi.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program MBG tidak bisa dilepaskan dari faktor lain di luar pemberian makanan, seperti pola asuh, edukasi, dan kondisi lingkungan. Hal tersebut menjadi alasan mengapa hasil program tidak bisa langsung terlihat dalam waktu singkat.

Dengan demikian, meskipun distribusi program MBG di Ciwaringin telah berjalan efektif dan merata, diperlukan penguatan sistem monitoring dan evaluasi agar dampak nyata terhadap penurunan angka stunting dapat terukur secara komprehensif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....