Baharkam Polri Panen Raya Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan

  • 13 Apr 2026 18:52 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Indramayu - Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Doa Bangsa dan masyarakat Desa Mekarsari, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu melangsungkan panen raya jagung hibrida. Kegiatan ini dilakukan di lahan seluas 10 hektare dari total keseluruhan mencapai 150 hektare.

Panen raya jagung ini merupakan bentuk komitmen untuk memperkuat ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program strategis pemerintah pusat.

Panen raya digelar di lahan seluas 10 hektare dari sekitar 150 hektare dengan total produksi mencapai 50 ton jagung. Hasil panen selanjutnya disalurkan melalui Perum Bulog sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

Kabag Opsnalev Kakorbinmas Mabes Polri, Brigjen Mochamad Khodzin, menyampaikan capaian tersebut tergolong memuaskan. Ia menjelaskan program penanaman jagung di lahan Perhutani dan milik warga seluas 150 hektare kini mulai memasuki tahap panen.

“Dari 10 hektare yang sudah dipanen, rata-rata produktivitas mencapai 5 ton per hektare. Ini tentu menjadi hasil yang menggembirakan,” kata Khodzin menjelaskan, usai melaksanakan panen raya jagung hibrida pada Minggu, 12 April 2026.

Keberhasilan ini, kata Khodzin, tidak hanya mencerminkan peningkatan produktivitas pertanian. Hal tersebut juga menunjukkan kuatnya kolaborasi antara Polri, petani, dan masyarakat dalam mendorong sektor pangan.

Program penanaman jagung hibrida ini merupakan bagian dari strategi Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Keterlibatan aparat kepolisian dinilai sebagai langkah konkret dalam mendorong kemandirian pangan di daerah.

Kegiatan panen raya turut dihadiri berbagai unsur mulai dari kepolisian sektor setempat, pemerintah desa, kelompok tani, tokoh masyarakat, hingga pihak Perhutani. Kehadiran berbagai pihak menjadi bukti pendekatan kolaboratif dalam pembangunan sektor pertanian.

Penasihat Forum Komunikasi Doa Bangsa, H. Widodo, menegaskan peran Polri kini semakin luas. Ia menyebut kepolisian tidak hanya terbatas pada aspek keamanan, tetapi juga aktif mendukung program strategis pemerintah.

“Keterlibatan langsung kepolisian dalam pendampingan petani menjadi salah satu kunci keberhasilan program ini. Kami ingin memastikan program ketahanan pangan benar-benar berjalan dan dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pentingnya sinergi lintas sektor dalam merealisasikan visi besar pemerintah. Hal tersebut termasuk program yang dicanangkan Prabowo Subianto dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.

Sementara itu, pembina kelompok tani mitra Baharkam, H. Mulyadi, menyampaikan optimismenya terhadap keberlanjutan program tersebut. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan petani.

“Program ini membuka peluang kerja dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kami optimistis ke depan hasilnya akan semakin meningkat,” katanya.

Keberhasilan panen raya jagung hibrida di Indramayu diharapkan menjadi model kolaborasi lintas sektor. Di tengah tantangan global, langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....