Kapolda Jabar Hadiri Panen Raya Jagung Serentak di Indramayu

  • 16 Mei 2026 18:50 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Indramayu - Kepolisian Daerah Jawa Barat mendukung program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto. Dukungan dilakukan melalui pendampingan dan penyediaan lahan bagi kelompok tani binaan Polri.

Panen raya jagung serentak kuartal II berlangsung di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu. Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menegaskan komitmen Polri mendukung program ketahanan pangan nasional. Polda Jabar juga bersinergi dengan Perhutani dan PTPN dalam penyediaan lahan pertanian.

"Polri akan mengawal dan mendukung penuh program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto," ujar Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menjelaskan.

Kapolda mengatakan keberadaan Polri merupakan bentuk sinergitas dengan masyarakat dan petani. Polri juga bertekad memberikan manfaat nyata melalui program ketahanan pangan.

Polda Jabar telah menanami sekitar 12.500 hektare lahan dengan tanaman jagung. Luas tersebut mencapai sekitar 41,6 persen dari total 30 ribu hektare lahan tersedia.

"Pinjam manfaat lahan bersama PTPN dan perhutani sekitar 1400 hektar dan dikelola oleh Poktan binaan Polda Jabar," kata Kapolda.

Terkait hasil panen, Polda Jabar menjembatani kerja sama petani dengan Perum Bulog. Bulog menyerap hasil panen petani binaan dengan harga Rp5.560 per kilogram.

"Bulog sudah dapat menerima hasil panen petani binaan Polda Jabar dengan harga Rp 5560. Artinya hasil panen petani sudah bisa diserap oleh Bulog," ucapnya.

Untuk mendukung ketahanan pangan, Polri menyiapkan dua gudang pangan di Indramayu dan Subang. Gudang tersebut digunakan untuk penyimpanan hasil panen petani binaan.

"Untuk menjaga ketahanan pangan, Polda Jabar telah memenuhi 100 persen gudang giling yang ada di Indramayu dan Subang," ujar Kapolda.

Kapolda menyebut rantai distribusi masih menjadi persoalan yang banyak dikeluhkan petani. Menurutnya, persoalan tersebut harus diatasi bersama melalui sistem terintegrasi.

"Polri bersama Himbara sudah membantu petani dengan Rp 23,7 Milyar KUR sudah tersalurkan termasuk Primkopol Polri telah membantu 100 petani binaan dengan modal Rp 10 juta sd Rp 20 juta per petani. Petani tidak menerima uang secara langsung melainkan dalam bentuk alsintan," katanya.

Ia berharap petani tidak lagi bergantung kepada tengkulak dalam proses distribusi hasil panen. Pola baru tersebut dinilai lebih berpihak kepada kesejahteraan petani.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Jawa Barat melepas enam truk bermuatan jagung. Jagung tersebut akan disimpan di gudang ketahanan pangan Polri di Kecamatan Lelea.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....