Harga Bahan Pokok di Kota Cirebon Pasca Lebaran Terkendali

  • 13 Apr 2026 11:51 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Kenaikan harga bahan pokok di Kota Cirebon pasca Lebaran terpantau masih dalam kondisi terkendali. Sejumlah komoditas memang mengalami kenaikan, namun tidak terjadi lonjakan yang signifikan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Hj. Elmi Masruroh, SP., M.Si., mengatakan pihaknya rutin melakukan pemantauan harga sebelum dan setelah Lebaran. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan kestabilan harga serta menjaga daya beli masyarakat.

Ia menjelaskan, secara umum harga bahan pokok menjelang Lebaran justru sempat mengalami penurunan pada beberapa komoditas. Namun memasuki bulan April, terdapat kenaikan harga pada sejumlah komoditas tertentu meskipun masih dalam batas wajar.

"Ya, memang ketika menjelang Lebaran kan justru malah harga-harga itu ada beberapa komoditas yang menurun. Dan memang untuk yang di bulan April ini ada kenaikan tapi tidak terlalu signifikan besarannya" ujar Elmi Masruroh kepada RRI Senin, 13 April 2026.

Menurutnya, komoditas yang masih mengalami kenaikan di antaranya daging ayam ras dan telur ayam ras. Meski demikian, harga kedua komoditas tersebut masih berada di kisaran harga acuan pembelian pemerintah.

"Memang untuk daging ayam ras, telur ayam ras itu masih mengalami kenaikan tapi di kisaran harga acuan pembeliannya ya. Kalau telur ayam kan di Rp30.000 harga maksimal acuan pembelian konsumennya, daging ayam ras itu sekitar Rp40.000, jadi masih di kisaran itu, " ucap Elmi.

Selain itu, komoditas cabai rawit merah jenis gendot juga masih berada pada harga yang relatif tinggi dibanding jenis cabai lainnya. Harga cabai rawit merah gendot sempat menyentuh angka tinggi sebelum puasa dan perlahan mengalami penurunan menjelang Lebaran.

"Cabai rawit merah jenis gendot memang masih di angka yang tinggi, sebelumnya sempat mencapai Rp100.000, namun menjelang Lebaran turun menjadi di kisaran Rp80.000-an, sehingga sejauh ini kondisi harga masih bisa terkendali," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....