Pertamina Perkuat Ketahanan Energi, STS Kalbut Jadi Urat Nadi LPG

  • 11 Apr 2026 22:15 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui penyediaan dan distribusi energi yang andal, aman, dan merata. Sebagai subholding downstream, perusahaan terus memperkuat infrastruktur serta memastikan keberlanjutan pasokan energi, khususnya LPG.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV. Dumatubun menegaskan keandalan distribusi energi menjadi prioritas utama perusahaan. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. “Kami berkomitmen menjaga pasokan LPG nasional terus tersalurkan dan terdistribusi secara merata. Melalui dukungan infrastruktur seperti Ship-to-Ship (STS) Kalbut, Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi energi dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara optimal, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Roberth, Sabtu, 11 April 2026.

Dalam implementasinya, Pertamina Patra Niaga memperkuat distribusi LPG nasional melalui optimalisasi sarana terintegrasi. Langkah tersebut meliputi ketersediaan armada kapal untuk distribusi laut, skid tank untuk distribusi darat, serta peningkatan pengawasan di SPPBE, agen, dan pangkalan resmi.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok tetap terjaga dan distribusi berjalan efektif. Selain itu, distribusi energi diharapkan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Upaya tersebut didukung oleh keberadaan mothership STS Kalbut yang berperan sebagai pusat layanan transfer LPG utama. Fasilitas ini berada di Perairan Teluk Kalbut, Situbondo, Jawa Timur.

Fasilitas strategis tersebut menjadi simpul distribusi penting dalam proses bongkar muat LPG. Proses ini dilakukan dari kapal tanker induk ke kapal yang lebih kecil untuk selanjutnya disalurkan ke berbagai wilayah.

STS Kalbut telah beroperasi sejak tahun 1995 dengan luasan area laut mencapai 3,92 kilometer persegi. Fasilitas ini merupakan bagian dari Terminal BBM Tanjungwangi dan memiliki peran vital dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional.

Area Manager Communication, Relations, and CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi menyampaikan bahwa STS Kalbut tidak hanya menopang distribusi LPG di Jawa Timur. Fasilitas ini juga menjangkau wilayah yang lebih luas.

“Eksistensi STS Kalbut merupakan urat nadi energi Indonesia yang menjadi tulang punggung suplai LPG. Tidak hanya Jawa Timur, tetapi juga mencakup Bali, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Kalimantan, hingga Sulawesi,” ujarnya.

Di wilayah Jatimbalinus, STS Kalbut mendukung distribusi ke sejumlah terminal LPG. Di antaranya Terminal LPG Surabaya, Terminal LPG Tanjungwangi, Terminal LPG Manggis, Terminal LPG Ampenan, dan Terminal LPG Bima.

Kapasitas suplai reguler bervariasi mulai dari 1.700 metrik ton hingga 10.000 metrik ton. Hal ini menyesuaikan kebutuhan masing-masing wilayah distribusi.

Seiring meningkatnya kebutuhan LPG di Jawa Timur, pada 8 April 2026 sandar kapal kargo di STS Kalbut dengan muatan 44.839 metrik ton. Muatan tersebut kemudian didistribusikan ke berbagai terminal.

Distribusi dilakukan ke Gresik dengan muatan 10.000 metrik ton, ditambah suplai dari kilang TPPI sebesar 1.000 metrik ton. Sementara Surabaya menerima 8.000 metrik ton dan Banyuwangi 2.500 metrik ton.

Melalui optimalisasi infrastruktur dan penguatan sistem distribusi ini, Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan LPG tetap terjaga. Upaya ini juga mendukung aktivitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi nasional.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....