Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Non Subsidi Mengikuti Harga Pasar
- 18 Jun 2026 18:30 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Sebagai salah satu badan usaha penyalur BBM non-subsidi jenis Pertamax series, Pertamina Patra Niaga memastikan penetapan harga produk tersebut pada 10 Juni 2026 sudah mengacu pada mekanisme harga pasar. Kebijakan penyesuaian harga ini dilakukan sesuai dengan formula yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga Pertamax series merupakan produk non-subsidi yang nilainya fluktuatif mengikuti parameter pasar serta formula pemerintah. Di sisi lain, pemerintah menegaskan tidak ada perubahan harga untuk jenis BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar.
“BBM non-subsidi seperti Pertamax series merupakan produk yang harga jualnya bersifat dinamis. Penyesuaian harga tersebut dilakukan dengan mengikuti perkembangan kondisi pasar serta berbagai faktor ekonomi yang memengaruhi biaya pengadaan energi," ujar Roberth, Kamis, 18 Juni 2026.
Lebih lanjut, Roberth menjelaskan bahwa secara normal evaluasi harga BBM non subsidi dilakukan secara berkala. “Pada prinsipnya, harga BBM non-subsidi dilakukan evaluasi secara berkala setiap bulan sesuai perkembangan parameter keekonomian. Namun demikian, implementasinya tetap memperhatikan kebijakan yang ditetapkan pemerintah,” katanya menambahkan.
Di tengah dinamika global yang memicu kenaikan harga minyak dunia akibat kondisi geopolitik, pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, harga BBM non-subsidi jenis Pertamax series senantiasa dijaga agar tetap stabil tanpa mengalami kenaikan.
Penyesuaian harga BBM jenis Pertamax pada bulan Juni dilakukan dengan mempertimbangkan fluktuasi harga pasar internasional secara cermat. Meski demikian, langkah ini tetap diambil dengan memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat di dalam negeri agar tetap terjangkau.
Penyesuaian harga Pertamax yang dilakukan saat ini hanya mencakup 50% dari total selisih harga pasar yang sebenarnya. Langkah tersebut diambil agar harga BBM di Indonesia tetap lebih kompetitif dibandingkan negara tetangga ASEAN demi menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas perekonomian.
Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah sekaligus menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat. "Kami mengajak masyarakat untuk memperoleh informasi dari kanal resmi pemerintah dan Pertamina yaitu Pertamina Customer Solution 135 agar mendapatkan informasi yang utuh dan akurat,” kata Roberth menutup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....