Kolaborasi Masyarakat Cirebon Normalisasi Sungai Demi Ekonomi Nelayan
- 05 Apr 2026 13:51 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Kerusakan lingkungan pesisir tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakat nelayan yang bergantung pada kelancaran akses laut. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Wakil Ketua Persatuan Wong Cirebon (PWC), Tarji Al Jibang, menyampaikan bahwa pendangkalan sungai membuat aktivitas nelayan menjadi terhambat. Kondisi ini menyebabkan penurunan produktivitas dan pendapatan masyarakat.
“Ketika aliran sungai tertutup, nelayan menjadi kesulitan melaut dan itu berdampak langsung pada ekonomi mereka,” ujarnya kepada RRI, Sabtu, 4 April 2026. Ia menilai penanganan seperti itu harus segera dilakukan.
Sementara itu Dian Wijaya, Aktivis dan Praktisi Lingkungan Pantai menjelaskan bahwa upaya normalisasi dilakukan secara swadaya dengan dukungan berbagai pihak, termasuk komunitas dan donatur. Hal ini menjadi bukti bahwa kolaborasi dapat menghasilkan solusi nyata.
“Kami mencari solusi bersama hingga akhirnya normalisasi bisa dilakukan dengan dukungan berbagai pihak,” katanya. Ia menambahkan bahwa langkah ini memberi dampak positif.
Selain itu, pembangunan kawasan konservasi mangrove juga turut meningkatkan hasil tangkapan nelayan dari waktu ke waktu. Hal ini menunjukkan adanya pemulihan ekosistem yang berdampak langsung pada ekonomi.
Melalui kolaborasi yang kuat antara masyarakat, komunitas, dan pihak terkait, diharapkan permasalahan lingkungan pesisir dapat diatasi secara berkelanjutan. Sinergi ini menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara lingkungan dan ekonomi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....