Nutrisionis: Kualitas Menu Kunci Keberhasilan Program MBG
- 27 Jan 2026 14:06 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif strategis Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan standar nutrisi anak-anak Indonesia. Namun, pelaksanaan di lapangan masih menemui kendala serius terkait pemenuhan standar gizi dan aspek keamanan pangan.
Fakta di lapangan menunjukkan banyak menu yang disajikan belum memenuhi komposisi gizi yang lengkap secara konsisten. Bahkan, beberapa wilayah sempat melaporkan adanya kasus keracunan makanan yang menimpa siswa penerima manfaat program ini.
Nutrisionis Puskesmas Pangenan, Kabupaten Cirebon, Mia Tania, mengungkapkan, pihaknya memiliki keterbatasan peran dalam pengawasan program ini. Puskesmas tidak memiliki kewenangan penuh untuk melakukan intervensi langsung terhadap penentuan menu yang disajikan oleh SPPG.
"Sejauh ini, langkah yang diambil Puskesmas hanya sebatas melakukan koordinasi teknis di lapangan. Tim kesehatan lingkungan (Kesling) berfokus pada pengecekan sampel makanan serta melakukan pendataan," ucap Mia Tania kepada RRI Selasa, 27 Januari 2026.
Ia menjelaskan, jika program ini dijalankan dengan benar, dampaknya akan sangat signifikan bagi kesehatan generasi muda. Program MBG berpotensi besar menekan angka kasus stunting, masalah gizi kurang, hingga prevalensi anemia pada anak.
Selain perbaikan fisik, program ini dinilai mampu membentuk karakter dan kebiasaan makan sehat sejak usia dini. Melalui menu yang tepat, anak-anak mulai dikenalkan pada pentingnya mengonsumsi sayur dan buah secara rutin setiap hari.
"Keberhasilan program MBG sangat bergantung pada keterlibatan aktif tenaga ahli gizi yang kompeten. Konsistensi dalam pelaksanaan dan pengawasan kualitas menu menjadi kunci utama agar tujuan mulia program ini dapat tercapai," katanya menutup perbincangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....