Arus Balik Pantura Cirebon Turun 8 Persen dari 2025

  • 30 Mar 2026 14:16 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Volume kendaraan yang melintas di jalur arteri Pantura Cirebon pada masa arus balik tahun 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat terjadi penurunan jumlah kendaraan sekitar 7 hingga 8 persen jika dikomparasikan dengan data pada tahun 2025 lalu.

Kepala Bidang Lalulintas Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Indra Setiaman, menjelaskan bahwa pola pergerakan pemudik pada tahun ini juga mengalami perubahan signifikan. Perbedaan ini dipicu oleh adanya dua puncak arus balik yang memecah konsentrasi kepadatan kendaraan di jalan raya.

"Kalau dibandingkan dengan tahun 2025, arus mudik maupun balik memang sedikit penurunan sekitar 7 sampai 8 persen," ujar Indra kepada RRI Senin, 30 Maret 2026. Fenomena ini memberikan kelonggaran arus lalu lintas sehingga kemacetan panjang yang statis dapat terminimalisir dengan baik.

Indra menambahkan bahwa pada tahun lalu puncak arus balik hanya terjadi satu kali secara masif pada H+3 Lebaran. Namun, tahun 2026 memiliki dua periode puncak yakni pada tanggal 24-25 Maret serta 28-29 Maret 2026.

"Tahun ini puncaknya ada dua karena ada perbedaan jadwal libur karyawan dan masa cuti bersama yang habis lebih awal," katanya. Hal tersebut membuat sebagian besar pemudik memilih pulang lebih awal untuk menghindari penumpukan di akhir pekan.

Meski secara total menurun, tren penggunaan kendaraan roda empat di jalur arteri justru menunjukkan peningkatan sebesar 4 persen. Banyak pengemudi mobil pribadi yang memilih keluar dari tol Cipali menuju jalur Pantura karena kondisi di dalam tol sangat padat.

"Perbandingan memang kendaraan roda empat meningkat 4 persen karena pemudik memilih jalur Pantura saat tol macet," ucap Indra Setiaman. Ia menyebut, petugas di lapangan terus melakukan penghitungan dan pemantauan dari posko untuk memastikan kelancaran arus di titik rawan.

Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polres Cirebon Kota juga telah menyiapkan skema penambahan durasi lampu APILL di setiap persimpangan jalan. Personel tambahan telah ditempatkan pada lokasi yang dianggap krusial guna mengantisipasi hambatan lalu lintas.

"Evaluasi tahun 2026 ini akan menjadi acuan kami untuk pola penanganan arus mudik pada tahun 2027 mendatang," katanya. Dengan koordinasi antarinstansi, diharapkan kenyamanan dan keamanan para pengguna jalan dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....