Arus Balik H+3 Lebaran, Jalur Kuningan–Cirebon Padat
- 25 Mar 2026 08:07 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan – Arus balik Lebaran 1447 Hijriah pada H+3 menyebabkan kepadatan lalu lintas di jalur Kuningan–Cirebon, Selasa, 24 Maret 2026 sore. Lonjakan volume kendaraan membuat sejumlah titik di jalur utama tersebut mengalami kemacetan cukup panjang.
Berdasarkan pantauan di lapangan sekitar pukul 17.10 WIB, antrean kendaraan mulai terlihat sejak kawasan Tugu Ikan Sampora, Kuningan. Rangkaian kendaraan yang melintas terus mengular hingga beberapa titik rawan lainnya.
Kepadatan terpantau paling parah di jalur menurun perbatasan Kuningan–Cirebon, depan rumah makan kawasan Beber, hingga turunan Gronggong. Kendaraan roda empat mendominasi arus lalu lintas dan bergerak sangat lambat, bahkan sesekali berhenti total.
Akibat kondisi tersebut, waktu tempuh perjalanan dari Kuningan menuju Cirebon yang biasanya sekitar satu jam, meningkat hingga tiga jam. Arus lalu lintas kembali normal setelah kendaraan melintasi pintu masuk Tol Ciperna, Cirebon.
Sementara itu, arus kendaraan dari arah sebaliknya, yakni Cirebon menuju Kuningan, terpantau relatif lancar tanpa antrean berarti. Salah seorang pemudik asal Jakarta, Andi Pratama, mengaku harus menghabiskan waktu lebih lama saat kembali dari kampung halamannya di Kuningan menuju ibu kota.
“Perjalanan jadi jauh lebih lama dari biasanya. Tadi dari Kuningan ke arah Cirebon saja bisa sampai hampir tiga jam. Padahal biasanya tidak sampai satu jam,” ujarnya pada Selasa, 24 Maret 2026.
Ia mengatakan, kepadatan kendaraan sudah terasa sejak keluar dari kawasan Kuningan, terutama di titik-titik persimpangan yang banyak digunakan untuk putar balik kendaraan. "Macetnya itu terasa sekali di daerah Beber sama turunan Gronggong. Kendaraan jalan pelan bahkan sempat berhenti. Tapi mau tidak mau harus tetap sabar karena ini arus balik,” katanya.
Staf Pos Pengamanan Tugu Sampora, Evis Hidayat, mengatakan peningkatan volume kendaraan sudah terjadi sejak sehari sebelumnya dan masih berlangsung hingga saat ini. “Sejak kemarin arus balik dari Kuningan ke Cirebon sudah mengalami peningkatan. Hari ini juga masih berlangsung, terutama kendaraan yang menuju Jakarta dan sekitarnya. Untuk kendaraan roda empat yang melintas bisa mencapai sekitar 70 kendaraan per menit,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kemacetan dipicu oleh tingginya jumlah pemudik serta kendaraan wisata yang kembali dari Kuningan menuju arah Cirebon. Selain itu, aktivitas putar balik kendaraan di kawasan Beber turut memperparah kepadatan.
“Banyak kendaraan yang akan menuju Sindang Laut melakukan putar balik di Beber. Ditambah adanya pembatas jalan, sehingga arus kendaraan menumpuk sejak Tugu Ikan Sampora,” ucapnya.
Untuk mengurai kemacetan, petugas kepolisian bersama dinas perhubungan melakukan rekayasa lalu lintas dengan memberlakukan sistem satu arah dari Kuningan menuju Cirebon. Sementara kendaraan dari arah Cirebon dialihkan melalui Jalan Lingkar Timur.
“Kendaraan dari arah Cirebon menuju Kuningan diarahkan ke jalan lingkar timur. Jadi jalur utama digunakan satu arah dari Kuningan ke Cirebon. Untuk akses ke Bandorasa dan Cilimus juga dialihkan melalui jalur lingkar,” ujarnya menjelaskan.
Evis memperkirakan puncak arus balik masih akan terjadi hingga Rabu, 25 Maret 2026, seiring dimulainya kembali aktivitas kerja, khususnya bagi aparatur sipil negara. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati selama perjalanan dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
“Kami mengimbau pengendara agar mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas, menjaga jarak aman, serta tidak memaksakan kecepatan demi keselamatan bersama,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....