KAI Daop 3 Cirebon Perketat Mitigasi Bencana Angkutan Lebaran 2026

  • 18 Mar 2026 13:58 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Memasuki masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 3 Cirebon meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan perjalanan akibat faktor alam. Langkah ini dilakukan guna menjaga kelancaran arus mudik dan balik selama periode Lebaran.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan pihaknya telah memetakan sejumlah lokasi rawan bencana hidrometeorologi. Fokus utama berada pada titik-titik yang berpotensi mengalami banjir dan tanah longsor di sepanjang jalur kereta api.

“Pada Wilayah jalur KA Daop 3 Cirebon setidaknya terdapat 9 titik daerah pemantauan khusus lokasi potensi banjir dan lokasi kontur tanah labil , hingga saat ini kami terus melakukan pemantauan di titik rawan banjir dan tanah labil," ujarnya dikutip dari siaran pers KAI Daop 3 Cirebon pada Selasa, 17 Maret 2026.

Dari total sembilan titik tersebut, lima di antaranya merupakan daerah rawan banjir. Sementara itu, empat titik lainnya berada pada kontur tanah labil yang memerlukan pengawasan intensif.

Masa Angkutan Lebaran tahun ini berlangsung selama 22 hari, mulai 11 Maret hingga 1 April 2026. KAI Daop 3 Cirebon memastikan kesiapan prasarana dengan melakukan berbagai peningkatan kondisi jalur rel.

Selain pemetaan, petugas juga rutin melakukan pemeriksaan saat dan setelah hujan. Pengamatan difokuskan pada kondisi jembatan, bangunan hidrolika, serta geometri jalan rel guna memastikan keamanan operasional kereta api.

Untuk mengantisipasi gangguan seperti banjir dan amblesan, KAI Daop 3 Cirebon menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di 17 titik. Peralatan darurat tersebut mencakup bantalan rel hingga batu balas yang siap digunakan sewaktu-waktu.

Selain itu, KAI juga menambah personel pemantauan di lapangan. Sebanyak 8 petugas PJD ekstra, 27 PPJ tambahan, serta 296 petugas perawatan prasarana disiagakan demi menjaga keselamatan perjalanan.

Tidak hanya itu, KAI Daop 3 Cirebon turut menjalin kolaborasi dengan BNPB, Basarnas, serta BMKG. Sinergi ini dilakukan untuk memperoleh informasi cuaca secara real-time sehingga keputusan operasional dapat diambil dengan cepat dan tepat.

“Semoga dengan persiapan yang matang dari seluruh aspek, momen Mudik Angkutan Lebaran 2025 dengan kereta api dapat berjalan aman, sehat, selamat, lancar, terkendali, serta dilindungi dan diridhoi Allah SWT,” ucap Muhibbudin

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....