Bolehkah Tidak Puasa saat Mudik? Ini Penjelasannya
- 18 Mar 2026 11:10 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Mudik lebaran sambil tetap berpuasa memang punya tantangan tersendiri. Tak heran jika banyak pemudik yang bertanya-tanya, apakah mereka diperbolehkan untuk tidak berpuasa selama di perjalanan?
Ternyata, islam sangat memahami kondisi umatnya. Sejumlah ulama menjelaskan bahwa musafir atau orang dalam perjalanan jauh mendapatkan keringanan (rukhsah) untuk tidak berpuasa sebagaimanan ketentuan fikih.
"Dalam kitab fiqih ulama banyak menjelaskan ketentuan perihal boleh atau tidaknya bagi seseorang yang sedang bepergian untuk tidak puasa," ujar Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI periode 2020-2025, KH Abdul Muiz Ali, seperti dikutip dari MUIDigital, Selasa 17 Maret 2026. Sebagaimana tercantum dalam Al Quran, surat Surah Al-Baqarah ayat 185:
فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
Artinya: "Barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain."
Dengan demikian, orang yang meninggalkan puasa saat bepergian di bulan ramadan wajib mengganti puasanya di hari lain setelah ramadan berakhir. Penjelasan lainnya terkait diperbolehkannya tidak berpuasa saat dalam perjalanan dalam kitab Kanzur Raghibin Syarh Minhajut Thalibin karya Jalaluddin Al-Mahali:
( وَ ) يُبَاحُ تَرْكُهُ ( لِلْمُسَافِرِ سَفَرًا طَوِيلا مُبَاحًا ) فَإِنْ تَضَرَّرَ بِهِ فَالْفِطْرُ أَفْضَلُ وَإِلا فَالصَّوْمُ أَفْضَلُ
Artinya: "Dibolehkan meninggalkan puasa bagi seorang musafir dengan perjalanan yang jauh dan diperbolehkan. Jika berpuasa menimbulkan mudarat baginya maka berbuka lebih utama, namun jika tidak maka berpuasa lebih utama."
Sementara itu Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya menjelaskan bahwa Islam memberi keringanan beribadah pada orang yang dalam perjalanan. Mereka diberi keringanan untuk menjamak, menqasar salat serta tidak berpuasa sebagaimana ketentuan dalam fikih.
"Mana yang lebih bagus berpuasa atau tidak? Jawabannya adalah mana yang paling enak buat dia. Kalau dia merasa puasa berat, jangan berpuasa. Kalau dia berpuasa nyaman, sebaiknya berpuasa," ujar Buya seperti dikutip kanal Youtube Al Bahjah-TV.
Meskipun Islam memberi keringanan dalam beribadah kepada orang yang sedang dalam perjalanan namun saat kondisi fisik sehat, melaksanakan ibadah tetap lebih utama. Selama perjalanan tidak memberatkan, menjaga puasa menjadi pilihan bijak untuk meraih keutamaan di bulan Ramadan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....