Dishub Kota Cirebon Lakukan Persiapan Menjelang Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
- 02 Mar 2026 15:35 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Dinas Perhubungan Kota Cirebon mulai melakukan berbagai persiapan menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan seiring prediksi pergerakan pemudik nasional yang mencapai 143,91 juta jiwa atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Drs. Andi Armawan, M.Si, menyebut angka tersebut merupakan proyeksi nasional untuk angkutan Lebaran tahun ini. Ia menegaskan, Kota Cirebon sebagai salah satu simpul transportasi di jalur Pantura diperkirakan akan mengalami peningkatan mobilitas penumpang.
“Diperkirakan tahun ini prediksi angkutan Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta jiwa yang akan melakukan pergerakan mudik Lebaran,” ujarnya pada RRI Senin, 2 Maret 2026. Menurutnya, angka tersebut sedikit menurun dibanding prediksi tahun lalu yang berada di kisaran 150 juta jiwa.
Secara nasional, tujuan pemudik terbanyak yakni Jawa Tengah sebesar 38,71 juta jiwa, disusul Jawa Timur 27,29 juta dan Jawa Barat 25,09 juta jiwa. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada tingginya arus lalu lintas di wilayah Cirebon sebagai daerah perlintasan strategis.
Di Kota Cirebon sendiri terdapat dua stasiun kereta api utama, yakni Stasiun Prujakan dan Stasiun Kejaksan, yang menjadi titik penting pergerakan penumpang. Keberadaan dua simpul transportasi tersebut dipastikan akan memberi warna tersendiri dalam dinamika arus mudik dan balik Lebaran.
Untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas, Dishub Kota Cirebon telah memulai persiapan sejak awal bulan ini. Berbagai perlengkapan seperti rambu-rambu penunjuk arah menuju Jawa Tengah dan Kuningan mulai disiapkan guna mengantisipasi lonjakan kendaraan.
Selain itu, sesuai arahan kepolisian, akan didirikan enam pos pelayanan dan satu pos utama di kawasan Gunung Sari Trade Center (GTC). Adapun enam pos lainnya berada di titik Krucuk, Pemuda, Kanggraksan, Terminal, dan Kalijaga untuk memperkuat pengawasan serta pelayanan kepada masyarakat.
Dishub juga akan membentuk posko terpadu bersama sejumlah SKPD di Jalan Bypass depan SD Sunyaragi. “Nanti di sana kami bergabung dengan BPBD, Damkar, kemudian yang lain termasuk Pramuka dan bantuan alat komunikasi yaitu RAPI dan ORARI itu,” katanya.
Sebagai upaya mengurangi kepadatan, pemerintah pusat juga menyiapkan program Mudik Gratis dan pengangkutan motor gratis menggunakan kereta api. Program tersebut diharapkan mampu menekan penggunaan kendaraan pribadi dan menciptakan arus mudik yang lebih aman dan tertib.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....