Puasa dan Transpormasi

  • 19 Feb 2026 04:18 WIB
  •  Bukittinggi

Prof. H. Masri Mansoer

Ketua Umum Badan Persiapan Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau (BP2DIM)

RRI.CO.ID,Jakarta - Sejatinya Allah SWT menghendaki semua manusia bertranspormasi menjadi muamulia (Muttaqin), sehat lahir dan batin,dengan demikian mereka dapat menjaga kesuciannya dan prima dalam melaksanakan tugas penghambaan dan kekhalifahan dengan baik, maka untuk itu diwajibkan puasa (QS. 2:183) yang dimungkinkan menjadi manusia yang mulia di pandangan Allah. (QS.49:13). Untuk itu ibadah puasa diwajibkan sepanjang sejarah manusia.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. 2: 183).

Asal uasul manusia dari tanah melambangkan kehinaan dan roh ciptaan Tuhan lambang kesucian dan kemuliaan, perpaduan ini menghasilkan dinamika kehidupan manusia dan derajat tertinggi dalam dinamikan itu adalah kemampuan manusia untuk menjaga kesuciannya (ketaqwaan).

اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti (QS.49:13).

Dalam menjalani dinamikan kehidupan tidak ada manusia yang luput dari dosa dan kesalahan, maka puasa adalah media transpormasi untuk kembali (taubat) kepada kesucian dan kemuliannya.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa berpuasa ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, diampuni dosanya yang telah lalu (HR. Bukhari dan Muslim).

Manusia perlu puasa terutama untuk membentuk pribadi mutaqin, mengendalikan hawa nafsu, dan melatih kesabaran. Secara fisik, puasa bermanfaat membersihkan tubuh dari toksin (detoksifikasi), menurunkan berat badan, meningkatkan kesehatan jantung, dan mengatur metabolisme. Selain itu, puasa meningkatkan spiritualitas, kesehatan mental, dan empati sosial. Makanya Allah dalam ayat perintah puasa menggunakan redaksi muta'di (pasif)-subjeknya disembunyikan. Dimana ibadah puasa tidak saja diwajibkan oleh Allah, tetapi manusia juga wajib/perlu puasa agar sehat lahir-batin.

Beberapa alasan mengapa manusia perlu berpuasa:

1. Secara spiritual, Puasa adalah perisai dari perbuatan buruk dan sarana mendekatkan diri kepada Tuhan. Bahkan dengan puasa manusia dapat meneladani Malaikat yang tidak makan-minum dan memiliki syahwat. Karena kenestapaan manusia terbesar adalah ketika mereka tidak mampu mengendalikan hawa nafsu makan-minum dan syahwatnya.

2. Pengendalian hawa Nafsu, dengan puasa melatih manusia menahan lapar, haus, emosi dan nafsu seks, yang dapat membentuk pribadi sabar, pemaaf, menjaga harga diri dan berakhlakul karimah.

3. Kejernihan Mental, dalam Kondisi lapar karena puasa dapat meningkatkan kejernihan pikiran dan fokus dalam beraktifitas. Banyak pemikir dan ilmuwan besar menghasilkan karya dan pikiran yang berkualitas dan cemerlang ketika mereka sedang berpuasa, seperti Imam Al-Ghzali, Imam Bukhari dan Hamzah Fansuri dan lain-lainya.

4. Empati, dengan puasa kita merasa lapar, hal ini akan leatih diri merasakan bagaimana penderitaan orang lain yang kekurangan, miskin dan papa sehingga meningkatkan rasa peduli dan membantu dengan sesama.

5. Kesehatan Fisik (Detoks & Metabolisme), Puasa akan membantu membuang racun dan membersihkan tubuh (detoksifikasi), sehingga pencernaan akan bersih dan sehat. Ketika puasa akan terjadi pembakaran dan penurunan lemak dan kolestrol jahat, hal ini akan meningkatkan kolestrol baik (HDL), sehing jantung akan ringan kerjanya dan meningkatkan kesehatan jantung serta membantu menurunkan berat badan secara sehat.

Melalui puasa Sistem Kekebalan Tubuh akan meningkatkan dengan meningkatnya imun tubuh melalui produksi sel darah putih baru. Meninggalkan Kesehatan Otak dan mengurangi risiko penyakit degeneratif seperti Alzheimer Penurunan daya ingat). Puasa mendatangkan dua kegembiraan yaitu saat berbuka puasa dan saat ketemu dengan Allah nanti karena bagi yang puasa disediakan pintu khusus di surga yaitu Babbul Rayyan. Kegembiraan ketika berbuka puasa dapat menstimulan munculnya hormon endrofin (senang-gembira) yang dibutuhkan oleh tubuh agar kita bisa sehat dan awet muda. Maka karena itu Nabi Bersabda:

صُومُوا تَصِحُّوا

(berpuasalah kamu akan sehat).

Puasa secara rutin, seperti puasa pada bulan Ramadan, dapat mentransformasi diri menjadi pribadi yang takwa-mulia, sehat lahir-batin, cerdas, produktif dan peduli sesama. Karena itu jangan dilewatkan tanpa makna dan membawa perubahan puasa yang dilakukan.

Semoga puasa ramadhan ini dapat menjadi tarbiyatul nafs dan transpormasi diri bagi kita semua.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....