Pengabdian Geologi UNP Dorong Geowisata Berkelanjutan
- 19 Sep 2026 07:45 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Sijunjung - Program Studi Teknik Geologi Universitas Negeri Padang (UNP) terus memperkuat perannya dalam pengembangan potensi geologi, kebencanaan, dan ekonomi masyarakat melalui kegiatan pengabdian masyarakat berbasis nagari.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan mengangkat tema “Pelatihan Kepemanduan Geowisata (SKKNI) Berbasis Mitigasi dalam Mendorong Ekonomi Lokal di Kawasan Geopark”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan pengetahuan geologi dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pengembangan pariwisata berbasis potensi kebumian yang aman, edukatif, dan berkelanjutan hingga menjadikan materi pengabdian berdampak langsung kepada kegiatan aktif masyarakat.
Kegiatan pengabdian tersebut diketuai oleh Dr. Ir. Rudy Anarta, S.T., M.T., bersama lima orang dosen Prodi Teknik Geologi UNP. Tim pengabdian memberikan pembekalan kepada masyarakat dan calon pemandu geowisata mengenai dasar-dasar kepemanduan, interpretasi geologi, teknik komunikasi kepada wisatawan,
Pengenalan potensi geosite, serta aspek keselamatan dan mitigasi bencana. Pendekatan pelatihan mengacu pada prinsip kompetensi kepemanduan sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sehingga peserta tidak hanya memahami objek wisata, tetapi juga mampu menyampaikan informasi geologi secara menarik dan bertanggung jawab.
Kepemanduan geowisata dalam kegiatan ini ditempatkan sebagai bagian penting dari pengelolaan kawasan geopark. Pemandu tidak hanya berperan mengantarkan wisatawan dari satu objek ke objek lainnya, tetapi juga menjadi penghubung antara informasi ilmiah, masyarakat, budaya lokal, dan pengalaman wisatawan.
Melalui pemahaman terhadap proses geologi, bentang alam, potensi geosite, serta risiko kebencanaan,
Masyarakat diharapkan mampu memberikan pengalaman wisata yang lebih berkualitas sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan warisan geologi.
Aspek mitigasi menjadi salah satu materi utama dalam pelatihan karena kawasan geopark di Sumatera Barat memiliki keragaman geologi sekaligus berada pada wilayah yang memiliki potensi berbagai jenis bencana.
Peserta dibekali pemahaman mengenai identifikasi kondisi lingkungan, pengenalan potensi bahaya di kawasan wisata, prosedur keselamatan sederhana, serta cara menyampaikan informasi kebencanaan kepada wisatawan.
Dengan demikian, kepemanduan geowisata diharapkan tidak hanya berorientasi pada pelayanan wisata, tetapi juga mampu membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
Dari sisi ekonomi, pengembangan kapasitas pemandu lokal membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam rantai ekonomi geowisata.
Peningkatan kualitas pemanduan dapat mendukung berkembangnya jasa wisata, kuliner, kerajinan, transportasi lokal, homestay, serta berbagai produk ekonomi kreatif yang berada di sekitar kawasan geopark.
Konsep tersebut mendorong agar manfaat keberadaan kawasan geopark tidak hanya dirasakan oleh pengelola atau wisatawan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku usaha di tingkat nagari.
Kegiatan pengabdian ini sekaligus memperkuat posisi Prodi Teknik Geologi UNP sebagai salah satu pelopor pengembangan edukasi geologi dan kebencanaan di Sumatera Barat.
Pengetahuan geologi yang selama ini berkembang di lingkungan akademik didorong untuk dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan masyarakat, terutama melalui pengelolaan potensi sumber daya alam,
Pengembangan geowisata, konservasi lingkungan, dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana. Kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat nagari, pemerintah daerah, dan pengelola geopark menjadi fondasi penting untuk membangun ekosistem geowisata yang berbasis pengetahuan.
Melalui pengabdian masyarakat berbasis nagari ini, Prodi Teknik Geologi UNP menegaskan bahwa pengembangan geologi tidak berhenti pada kegiatan akademik dan penelitian, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pelatihan kepemanduan geowisata berbasis mitigasi diharapkan menjadi langkah awal untuk melahirkan pemandu lokal yang kompeten, mampu menginterpretasikan kekayaan geologi Sumatera Barat,
Mmahami aspek keselamatan wisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ke depan,
Pendekatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemanfaatan sumber daya alam yang bijaksana dan pembangunan berkelanjutan di kawasan geopark.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....