HMTP Teknik Pertambangan UNP Gelar Bakti Bumi Ngarai Sianok

  • 12 Agt 2026 21:54 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi – Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP) Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (FT UNP) melaksanakan Bakti Bumi Mahasiswa 2026 di kawasan Ngarai Sianok dan Taman Panorama Lubang Jepang, Kota Bukittinggi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang dipadukan dengan pendidikan, edukasi kebumian, konservasi lingkungan, dan mitigasi bencana. Kegiatan ini melibatkan 323 peserta dan 64 orang panitia, sekaligus menunjukkan besarnya semangat mahasiswa untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta lingkungan di Kota Bukittinggi.

Salah satu agenda utama Bakti Bumi Mahasiswa 2026 adalah memberikan edukasi dan informasi geologi dan ilmu pertambangan kepada masyarakat dan wisatawan di kawasan Ngarai Sianok.

Mahasiswa memperkenalkan kondisi geologi kawasan melalui penyediaan dan pemasangan papan informasi geologi sebagai media pembelajaran terbuka. Informasi tersebut memperkenalkan proses pembentukan Ngarai Sianok, karakteristik batuan, struktur geologi, bentang alam, potensi kebencanaan, serta pentingnya menjaga warisan geologi. Kehadiran papan informasi diharapkan dapat memperkuat fungsi Ngarai Sianok bukan hanya sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan kampus alam kebumian yang dapat dimanfaatkan masyarakat, wisatawan, pelajar, dan mahasiswa.

Edukasi kebumian juga dilaksanakan di kawasan Lubang Jepang Bukittinggi dengan memperkenalkan hubungan antara kondisi geologi, sejarah, dan aspek keteknikan dari terowongan tersebut.

Salah satu materi yang diperkenalkan adalah sistem ventilasi Lubang Jepang, termasuk fungsi lubang udara, kondisi batuan tempat terowongan dibangun, serta keterkaitannya dengan keamanan dan kestabilan bangunan bawah tanah.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya menghadirkan sudut pandang baru bahwa Lubang Jepang tidak hanya memiliki nilai sejarah perjuangan, tetapi juga mempunyai nilai pendidikan geologi dan Keteknikan dan rekayasa yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari wisata edukasi kebumian Kota Bukittinggi.

Kegiatan Bakti Bumi turut diisi dengan aksi nyata bersih Ngarai Sianok dan penanaman 180 bibit pohon pada kawasan tebing dan lereng. Penanaman vegetasi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap konservasi, mengurangi erosi, menjaga tutupan lahan, serta mendukung penguatan lereng secara vegetatif pada kawasan bertopografi terjal.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Teknik Pertambangan UNP memperlihatkan bahwa pendidikan pertambangan tidak hanya berbicara mengenai pemanfaatan sumber daya bumi, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap konservasi lingkungan, reklamasi, keselamatan, mitigasi bencana, dan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga melibatkan dan memberikan dampak edukatif kepada masyarakat, khususnya di Kelurahan Kayu Kubu, Kota Bukittinggi.

Kepala Departemen Teknik Pertambangan FT UNP, Dr. Ir. Rudy Anarta, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Bakti Bumi Mahasiswa 2026 sebagai bentuk nyata kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat.

Ia menekankan bahwa mahasiswa perlu memiliki keseimbangan antara kemampuan akademik, kompetensi lapangan, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Kawasan Ngarai Sianok menjadi ruang pembelajaran yang sangat baik bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana ilmu pertambangan dan kebumian dapat diterapkan dalam konteks konservasi, mitigasi kebencanaan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga berharap Bakti Bumi dapat menjadi agenda berkelanjutan yang memperkuat hubungan UNP, Pemerintah Kota Bukittinggi, dan masyarakat.

Sementara itu, Pembina HMTP FT UNP, Riam Marlina, S.T., M.T., bersama Ahmad Fadhly, S.T., M.T., memberikan dukungan terhadap semangat mahasiswa dalam menjadikan Bakti Bumi sebagai kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mempunyai manfaat dan peninggalan nyata bagi kawasan. Kehadiran papan informasi geologi, edukasi Lubang Jepang, kegiatan bersih Ngarai Sianok, serta penanaman pohon diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun program pengabdian mahasiswa yang lebih berkelanjutan.

Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, dosen, pemerintah, masyarakat, dan pengelola objek wisata sehingga Ngarai Sianok dapat semakin berkembang sebagai laboratorium alam untuk pendidikan kebumian, lingkungan, dan mitigasi bencana.

Pelaksanaan Bakti Bumi Mahasiswa 2026 mendapat sambutan positif dari jajaran Pemerintah Kota Bukittinggi dan pemerintahan setempat, Sebelum pelaksanaan kegiatan, Wali Kota Bukittinggi Bpk H.M Ramlan Nurmatias secara terpisah menyampaikan sambutan dan dukungannya terhadap pelaksanaan Bakti Bumi Mahasiswa 2026.

Pemerintah Kota Bukittinggi menyambut baik keterlibatan mahasiswa Departemen Teknik Pertambangan UNP dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan, khususnya di kawasan Ngarai Sianok dan Kelurahan Kayu Kubu. terutama karena kegiatan mahasiswa menyentuh aspek edukasi, kebersihan kawasan, konservasi, serta pemberdayaan masyarakat.

Ketua Himpunan HMTP FT UNP, Refli Hidayat, bersama Ketua Pelaksana Bakti Bumi Mahasiswa 2026, Radhitya Sachio Martin, berharap kegiatan yang melibatkan 323 peserta dan 64 panitia tersebut dapat menjadi gerakan berkelanjutan mahasiswa dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi. Melalui semangat Bakti Bumi, Ngarai Sianok diharapkan tidak hanya dikenal sebagai ikon pariwisata Kota Bukittinggi, tetapi semakin kuat posisinya sebagai kampus alam kebumian, tempat mahasiswa dan masyarakat belajar mengenali bumi, memahami potensi bencana, menjaga lingkungan, serta melestarikan warisan alam untuk generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....