UNP Tingkatkan Kesiapsiagaan Longsor Komunitas PKK Bukit Lantiak

  • 03 Agt 2026 23:09 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi – Departemen Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Pemula (PMP) BIMA Tahun 2026 dengan judul "Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat melalui Pelatihan Sistem Peringatan Dini Longsor pada Komunitas PKK di Kawasan Rawan Longsor Bukit Lantiak, Kota Padang".

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (1/8/2026) di HW Hotel Padang ini melibatkan Komunitas PKK Kelurahan Seberang Palinggam sebagai mitra dalam meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi ancaman bencana longsor di kawasan Bukit Lantiak.

Ketua Tim Pengabdian, Fariz Aditya, S.T., M.T., menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi hasil penelitian yang telah dilakukan di kawasan Bukit Lantiak mengenai kondisi geologi, karakteristik bawah permukaan, serta analisis kestabilan lereng.

Hasil penelitian tersebut kemudian dihilirisasikan menjadi media edukasi dan pembelajaran yang mudah dipahami sehingga dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat sebagai dasar dalam mengenali potensi bahaya dan melakukan upaya mitigasi secara mandiri.

Materi penguatan kapasitas masyarakat disampaikan oleh Hendri Zulviton, S.T., M.T., Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang. Dalam paparannya disampaikan berbagai strategi pengurangan risiko bencana, meliputi sistem peringatan dini, peningkatan kesiapsiagaan keluarga, penyusunan rencana evakuasi, serta peran masyarakat dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan permukiman.

Sebagai bagian dari proses transfer ilmu pengetahuan dan teknologi (ipteks), Tim Pengabdian Universitas Negeri Padang mengembangkan serta membagikan Buku Saku "Siaga Longsor" kepada seluruh mitra. Selain itu, tim juga memasang media edukasi berupa roll banner mitigasi longsor yang memuat informasi mengenai penyebab longsor,

indikator awal pergerakan lereng, langkah mitigasi sebelum, saat, dan setelah bencana, perlengkapan tas siaga, serta informasi layanan darurat.

Seluruh materi edukasi tersebut disusun berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh tim di kawasan Bukit Lantiak sehingga memiliki kesesuaian dengan karakteristik lokal wilayah sasaran.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara partisipatif. Mitra, khususnya ibu-ibu PKK Kelurahan Seberang Palinggam, aktif berdiskusi mengenai tanda-tanda awal longsor,

prosedur penyelamatan diri, upaya mitigasi di lingkungan permukiman, serta strategi meningkatkan kesiapsiagaan keluarga. Interaksi yang intensif selama kegiatan menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi kebencanaan sekaligus menjadi indikator bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis masyarakat mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pengurangan risiko bencana.

Program ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan edukasi, tetapi juga sebagai proses pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Tim Pengabdian Departemen Teknik Pertambangan UNP bersama mitra berkomitmen untuk melaksanakan pendampingan lanjutan dalam penguatan kapasitas masyarakat melalui pengembangan sistem peringatan dini berbasis komunitas, penyediaan sarana komunikasi darurat, kegiatan konservasi lereng melalui penanaman vegetasi, serta penguatan pengelolaan drainase lingkungan untuk mengurangi potensi longsor akibat tingginya limpasan air hujan. Pendampingan tersebut diharapkan mampu mendorong kemandirian masyarakat dalam melakukan upaya mitigasi dan adaptasi terhadap ancaman bencana.

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Pemula (PMP) BIMA 2026, Universitas Negeri Padang menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan hasil riset yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Program ini juga mendukung implementasi konsep Kampus Berdampak serta berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko bencana.

Kolaborasi antara Universitas Negeri Padang, BPBD Kota Padang, Pemerintah Kelurahan Seberang Palinggam, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan Bukit Lantiak sebagai kawasan yang semakin tangguh terhadap bencana melalui penguatan pengetahuan, peningkatan kapasitas lokal, serta aksi mitigasi yang berkelanjutan berbasis partisipasi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....