Mindfulness FIP UNP Bantu Orang Tua Pulihkan Stres Pasca Bencana di Salareh Aia

  • 15 Sep 2026 15:55 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Agam - Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang (FIP UNP), melalui skema Program Integrasi Program Studi dan Nagari (PIPN), memberikan pelatihan pengelolaan stres berbasis kesadaran penuh atau Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) kepada para orang tua di Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Rabu (9/9/2026).

Bertempat di salah satu ruang belajar SMPN 3 Palembayan, kegiatan ini diikuti sekitar 20 orang tua. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan keluarga tangguh yang dirancang untuk memperkuat resiliensi anak di wilayah yang rawan bencana.

Pelatihan ini hadir tidak lama setelah bencana hidrometeorologi menerjang Kabupaten Agam pada akhir 2025, dengan Palembayan tercatat sebagai kecamatan yang paling parah terdampak. Data resmi penanggulangan bencana menyebutkan korban meninggal dunia di Kabupaten Agam mencapai 186 orang, 136 di antaranya berasal dari Palembayan. Bencana itu juga menyebabkan puluhan warga hilang.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi S2 dan S3 Bimbingan dan Konseling FIP UNP, didampingi Wali Nagari Salareh Aia Timur Ahmad Fauzi, S.Pd., dan Kepala SMPN 3 Palembayan. Pelatihan digawangi tim pengabdian pimpinan Dr. Nurfarhanah, S.Pd., M.Pd., Kons., bersama anggota Prof. Dr. Yarmis Syukur, M.Pd., Kons., Prof. Dr. Daharnis, M.Pd., Kons., Dr. Puji Gusri Handayani, M.Pd., Kons., dan Dr. Miftahul Fikri, M.Pd. Seorang mahasiswa, Lika Widiawati, S.Sos., M.Pd., turut dilibatkan dalam pelaksanaan program.

Foto bersama narasumber dan tim pelaksana PIPN FIP UNP di lokasi kegiatan, Kecamatan Palembayan, Sumatera Barat.

Ketua tim pengabdian, Dr. Nurfarhanah, M.Pd., Kons., mengatakan pelatihan ini dirancang bukan hanya untuk membangun pemahaman orang tua tentang stres dan dampak psikologis bencana, melainkan juga memberi bekal keterampilan yang benar-benar bisa dipraktikkan dalam keseharian mereka.

“Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberi kesempatan kepada orang tua untuk mempraktikkan teknik mindfulness secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kemampuan mengelola stres dan emosi, orang tua diharapkan mampu memberikan dukungan yang lebih baik bagi anak,” ujar Nurfarhanah.

Sebagai acuan, tim pengabdian menyusun modul MBSR Keluarga Tangguh yang memuat pemahaman tentang dampak psikologis bencana, pengenalan konsep mindfulness, latihan teknik dasar mindfulness, penerapan mindful parenting, pengelolaan emosi dan coping, hingga penguatan resiliensi anak lewat dukungan keluarga. Modul ini dibuat agar bisa dipelajari sendiri oleh orang tua, atau dengan pendampingan fasilitator maupun mahasiswa.

Peserta tidak hanya menerima penjelasan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik mindfulness sesuai modul. Latihan ini bertujuan melatih peserta memusatkan perhatian pada momen saat ini, mengenali pikiran dan perasaan sendiri, serta merespons berbagai keadaan dengan lebih tenang dan tidak terburu-buru bereaksi.

Para narasumber secara bergantian menyampaikan materi pengelolaan stres, mindfulness, dan mindful parenting kepada orang tua peserta.

Bagian yang menjadi inti pelatihan adalah latihan pengelolaan stres, penguatan kesadaran diri, regulasi emosi, serta penerapan mindful parenting. Peserta diajak menyadari bahwa kondisi emosional orang tua sangat berpengaruh terhadap cara mereka berinteraksi dengan anak, terlebih dalam situasi penuh tekanan pascabencana.

Di luar sesi praktik, peserta juga diajak berdiskusi dan berbagi cerita. Para orang tua mendapat kesempatan menyampaikan pengalaman, kesulitan, dan tantangan yang mereka hadapi dalam mengasuh anak pascabencana. Sesi berbagi ini dinilai penting agar materi mindfulness terasa lebih dekat dengan kondisi nyata keluarga peserta.

Antusiasme orang tua peserta selama mengikuti sesi pelatihan dan diskusi di ruang SMPN 3 Palembayan.

Program ini lahir dari peristiwa bencana hidrometeorologi yang melanda Palembayan pada akhir 2025, bencana terbesar yang pertama kali dialami wilayah tersebut dengan dampak yang sangat luas, tidak hanya bersifat fisik tetapi juga menyisakan luka psikologis bagi keluarga. Dalam situasi seperti ini, orang tua menjadi kunci utama untuk memastikan anak merasa aman sekaligus mendapat dukungan selama proses pemulihan dan tumbuh kembangnya.

Lewat pelatihan ini, orang tua diharapkan mampu mengelola stres, lebih peka terhadap kondisi diri sendiri, mengatur emosi dengan lebih baik, dan menerapkan pola asuh yang lebih adaptif. Bekal tersebut pada akhirnya diharapkan memperkuat ketahanan keluarga sekaligus membantu anak menghadapi tekanan hidup secara lebih positif.

Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen FIP UNP dalam memberdayakan keluarga lewat keterampilan MBSR, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 mengenai kehidupan sehat dan sejahtera, dan SDG 11 mengenai kota serta permukiman yang berkelanjutan.

Tim pengabdian berharap manfaat pelatihan ini tidak berhenti sampai kegiatan tatap muka usai. Modul MBSR Keluarga Tangguh dapat terus dipakai orang tua sebagai panduan praktik di rumah, sehingga latihan mindfulness, regulasi emosi, mindful parenting, dan penguatan resiliensi keluarga bisa berjalan secara berkelanjutan.

Peneliti menyampaikan penghargaan yang tinggi dan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Padang (LPPM UNP) yang telah membiayai kegiatan pengabdian ini dengan nomor kontrak pengabdian 2535/UN35.15/PM/2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....