Tangis Haru Sry Eka Handayani, Kepsek SD Bukittinggi Raih Doktor Dengan Pujian

  • 25 Agt 2026 15:40 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Ada perjalanan yang tidak cukup diceritakan hanya dengan kata “wisuda”. Di balik toga yang dikenakan, ada doa panjang, air mata, pengorbanan, ketekunan, dan keberanian untuk terus melangkah ketika jalan terasa begitu panjang.

Kisah itu kini menjadi jejak membanggakan bagi DR. Sry Eka Handayani,S.Pd.M.Pd saat ini sebagai Kepala SDN 08 Parit Antang Kota Bukittinggi, sekaligus Founder Rumah Baca Anak Nagari (RBAN)

Tepat pada 24 Agustus 2026, dalam rangkaian Wisuda ke-144 Universitas Negeri Padang (UNP), Sry Eka Handayani resmi menyandang gelar Doktor (S3) Pendidikan Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNP, dengan predikat Pujian.

Pencapaian tersebut bukan sekadar tambahan gelar akademik di belakang nama. Lebih dari itu, keberhasilan meraih doktor menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu, kesibukan sebagai kepala sekolah, serta tanggung jawab dalam mengembangkan gerakan literasi masyarakat tidak menghalangi seseorang untuk terus menuntut ilmu.

Bahkan, pencapaian itu menjadi kebanggaan tersendiri karena Sry Eka Handayani tercatat sebagai doktor di kalangan kepala sekolah SD se-Kota Bukittinggi.

Perjalanan menuju titik tersebut tentu tidak mudah.

Ada lorong panjang yang terkadang sunyi. Ada langkah yang pernah terasa berat. Ada waktu yang harus dibagi antara keluarga, tugas sebagai pendidik, tanggung jawab sebagai kepala sekolah, aktivitas sosial, serta perjuangan akademik.

Namun, di tengah semua itu, satu hal tetap dijaga: keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan pengabdian.

“Alhamdulillah, sebuah titik yang menjadi jejak. Perjalanan panjang itu akhirnya sampai pada sebuah titik bernama wisuda.”

Kalimat tersebut menjadi refleksi mendalam Sry Eka Handayani setelah melewati perjalanan akademiknya.

Baginya, wisuda bukan sekadar toga, gelar, maupun selembar ijazah. Di baliknya terdapat perjuangan yang tidak selalu terlihat oleh orang lain.

Setiap lelah memiliki makna. Setiap penantian memiliki waktunya. Dan setiap perjuangan, pada akhirnya, akan menemukan muaranya.

Ia juga menyampaikan penghargaan mendalam kepada keluarga, dosen, sahabat, serta semua pihak yang selama ini memberikan doa, perhatian, dorongan, dan dukungan.

Menurutnya, tidak ada pencapaian yang benar-benar berdiri sendiri.

Di balik satu nama yang dipanggil dalam ruang wisuda, ada banyak hati yang ikut mendoakan. Ada tangan yang pernah menguatkan. Ada keluarga yang menjadi tempat kembali. Ada sahabat yang memberikan semangat. Ada para dosen yang membimbing dengan ilmu dan ketulusan.

“Dukungan kalian adalah teduh di tengah teriknya perjuangan, menjadi penguat ketika langkah mulai goyah, dan menjadi cahaya ketika perjalanan terasa panjang.”

Kini, setelah gelar doktor berada dalam genggaman, perjalanan Sry Eka Handayani justru memasuki babak baru.

Wisuda bukan akhir.

Gelar doktor bukan garis finis.

Sebaliknya, gelar tersebut menjadi amanah untuk terus menghadirkan manfaat melalui pendidikan, pengabdian, dan keteladanan.

Sebagai kepala sekolah, ia memiliki ruang yang luas untuk menerjemahkan ilmu menjadi perubahan nyata di lingkungan pendidikan. Sementara melalui Rumah Baca Anak Nagari (RBAN) Gaduiik, semangat literasi yang selama ini diperjuangkan diharapkan terus tumbuh dan menjangkau lebih banyak anak.

Sebab, ilmu yang berhenti pada gelar tidak akan pernah menjadi cahaya bagi banyak orang.

Ilmu akan menemukan maknanya ketika dibagikan.

Gelar akan menemukan kehormatannya ketika dipertanggungjawabkan melalui pengabdian.

Dan keberhasilan akan menjadi jauh lebih berarti ketika mampu membuka jalan bagi orang lain untuk tumbuh dan bermimpi.

Dari ruang akademik UNP, sebuah perjalanan panjang akhirnya mencapai satu titik bernama wisuda.

Namun bagi Sry Eka Handayani, titik itu bukanlah akhir.

Itulah awal dari jejak yang lebih panjang—jejak seorang pendidik yang memilih terus belajar, mengabdi, dan menyalakan harapan melalui pendidikan.

Alhamdulillah. Sebuah titik telah tercapai. Sebuah jejak telah dimulai,"tutupnya. (JM/RRI BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....