Pustaka Daerah Bukittinggi Finalisasi Pendataan, 47 Persen Sekolah Belum Aktif

  • 24 Jul 2026 07:30 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bukittinggi menggelar Rapat Finalisasi Pendataan Penyelesaian Pengisian Kuisioner Pendataan Perpustakaan Tahun 2026 di Aula Perpustakaan Umum Daerah Kota Bukittinggi, Lantai 3 Panorama, Jumat pagi, 24 Juli 2026

Kegiatan ini bertujuan mempercepat penyelesaian pendataan perpustakaan sekolah sekaligus mengevaluasi pengisian kuisioner yang hingga kini masih belum tuntas dilakukan oleh seluruh sekolah.

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Dinas Perpustakaan Kota Bukittinggi Nomor 000.4.9/11/DPK/2026 tanggal 22 April 2026 tentang Pendataan Perpustakaan Tahun 2026 yang ditujukan kepada seluruh Pengelola Pustaka Sejolah berada di SD/MI dan SMP se-Kota Bukittinggi berjumlah 95 orang.

Pendataan tersebut dinilai sangat penting sebagai dasar memperoleh data perpustakaan yang akurat guna memudahkan identifikasi kondisi perpustakaan sekolah sekaligus memetakan kebutuhan pengembangan literasi di Kota Bukittinggi.

Kepala Dinas Perpustakaan Kota Bukittinggi Nauli Handayani, SKM.MM didampingi Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Gemar Membaca H. Marilis.,S.Ag.MBA mengatakan masih terdapat sekolah yang belum mengisi kuisioner pendataan meskipun batas waktu pengisian sebelumnya telah ditetapkan pada 24 April 2026.

Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan masih sekitar 47 persen sekolah belum mengaktifkan link Perpustakaan Daerah, sehingga perlu dilakukan percepatan agar seluruh sekolah dapat terintegrasi dalam jaringan layanan perpustakaan.

"Pendataan ini bukan sekadar memenuhi administrasi, tetapi menjadi dasar bagi kami dalam menyusun kebijakan pengembangan perpustakaan sekolah dan meningkatkan kualitas layanan literasi di Kota Bukittinggi," ujarnya.

Nauli juga mengajak seluruh pengelola perpustakaan sekolah agar menjadi anggota Perpustakaan Umum Daerah Kota Bukittinggi. Menurutnya, banyak fasilitas dan layanan yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh sekolah maupun masyarakat.

Ia menegaskan, perpustakaan daerah terbuka bagi seluruh warga Kota Bukittinggi. Selain melayani masyarakat di gedung perpustakaan, pihaknya juga secara bergiliran mendatangi sekolah-sekolah melalui jejaring layanan perpustakaan sebagai upaya mempercepat pelayanan literasi.

"Kalau belum menjadi anggota Perpustakaan Daerah tentu akan rugi, karena tidak bisa menikmati berbagai layanan yang telah kami sediakan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Nauli juga menekankan pentingnya transformasi digital di lingkungan perpustakaan. Seluruh pengelola perpustakaan diharapkan mulai mengoptimalkan penggunaan aplikasi SRIKANDI dalam tata kelola surat-menyurat sesuai implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Melalui pendataan yang akurat dan integrasi layanan digital tersebut, Dinas Perpustakaan Kota Bukittinggi berharap seluruh perpustakaan sekolah dapat memenuhi standar pengelolaan sehingga memiliki peluang untuk memperoleh sertifikasi perpustakaan.

Rapat finalisasi ini sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara Dinas Perpustakaan dengan seluruh pengelola perpustakaan sekolah dalam mewujudkan layanan perpustakaan yang modern, terintegrasi, dan mampu meningkatkan budaya literasi di Kota Bukittinggi. (JM/RRI BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....