Pemko Bukittinggi Kampanyekan Wajib Belajar 13 Tahun Prasekolah

  • 24 Agt 2026 22:08 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Pemerintah Kota Bukittinggi terus memperkuat komitmen dalam mendukung Program Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun Prasekolah. Upaya tersebut diwujudkan melalui Kampanye Wajib Belajar 13 Tahun Prasekolah yang menyasar anak usia 5–6 tahun agar seluruhnya mendapatkan akses pendidikan di jenjang PAUD/TK/RA.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) sebagai upaya memastikan tumbuh kembang anak usia dini mendapatkan perhatian secara menyeluruh, baik dari aspek pendidikan, kesehatan, pengasuhan maupun perlindungan.

Kampanye tersebut dilaksanakan sebagai langkah pemerintah dalam menuntaskan Angka Partisipasi Sekolah (APS) anak usia 5–6 tahun, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah terkait Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup pendidikan prasekolah.

Pemerintah Kota Bukittinggi menilai ketersediaan satuan pendidikan TK/RA yang cukup di wilayah kota menjadi modal penting untuk memastikan seluruh anak usia 5–6 tahun memperoleh kesempatan bersekolah.

Dengan kondisi tersebut, Pemko Bukittinggi berharap tidak ada lagi anak usia 5–6 tahun yang belum mendapatkan pendidikan prasekolah.

“Anak usia 5–6 tahun berhak mendapatkan pendidikan di TK atau RA. Karena itu, kita bersama-sama harus memastikan tidak ada anak usia tersebut yang tertinggal dari akses pendidikan,” menjadi semangat utama kampanye Wajar 13 Tahun Prasekolah tersebut.

Kegiatan kampanye diikuti sekitar 220 peserta, terdiri dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, camat, lurah, Bunda Kecamatan, Bunda Kelurahan, perwakilan Dasawisma, Pokja Bunda PAUD, serta kepala sekolah TK/RA se-Kota Bukittinggi.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Bunda PAUD Kota Bukittinggi, serta tim dari SEAMEO CECCEP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kampanye secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan mengenai pentingnya pendidikan prasekolah serta kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan partisipasi pendidikan anak usia dini.

Melalui kampanye ini, Pemko Bukittinggi mendorong sinergi pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat hingga perangkat kewilayahan untuk bersama-sama memastikan setiap anak usia 5–6 tahun memperoleh pendidikan prasekolah.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat fondasi pendidikan anak sejak usia dini sekaligus mewujudkan generasi Kota Bukittinggi yang tumbuh sehat, cerdas, mandiri dan memiliki kesiapan memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....