Pemko Bukittinggi Perkuat Data Pendidikan, Kejar Target Zero ATS
- 07 Sep 2026 11:00 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi — Pemerintah Kota Bukittinggi terus memperkuat komitmen dalam menanggulangi Angka Tidak Sekolah (ATS). Salah satu langkah yang dilakukan yakni memastikan data pendidikan lebih akurat, mutakhir dan terintegrasi, sehingga penanganan anak yang belum atau tidak lagi bersekolah dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Komitmen tersebut diwujudkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bukittinggi melalui kegiatan Sosialisasi Dashboard Verifikasi dan Validasi (Verval) ATS, Senin (7/9/2026), di Aula Kantor Balai Kota Bukittinggi.
Kegiatan dibuka Kepala Disdikbud Kota Bukittinggi Albertiusman, didampingi Kasi SMK Cabang Dinas Wilayah I Sumatera Barat Dra. Mirawati,M.Si Kabid PAUD dan PNF Yetni Erdawati,S.Sos serta Kabid PKBNP Dr. Masri, M.Pd. Sosialisasi diikuti operator EMIS dari satuan pendidikan SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MAN sederajat sebanyak 158 Orang

Berdasarkan informasi Dashboard ATS Provinsi Sumatera Barat, saat ini masih terdapat 782 anak yang masuk kategori ATS di Kota Bukittinggi. Angka tersebut terdiri dari 234 anak belum bersekolah, 416 anak putus sekolah (DO), dan 132 anak tidak melanjutkan sekolah.
Data tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat pendidikan merupakan salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Melalui pemanfaatan Dashboard Verval ATS, Disdikbud mendorong seluruh satuan pendidikan untuk melakukan pembaruan dan penguatan data secara berkala.
Data yang valid diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan intervensi terhadap anak-anak yang berisiko tidak bersekolah maupun yang telah keluar dari sistem pendidikan.
Kepala Disdikbud Kota Bukittinggi Albertiusman mengatakan, pemerintah daerah saat ini terus bergerak menuju Zero ATS, salah satunya dengan membentuk satuan tugas (Satgas) yang nantinya diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menangani persoalan ATS.
| Baca juga: Mengenal Potensi Diri sejak Sekolah Dasar |
"Bukittinggi saat ini menuju Zero ATS dan tengah membentuk Satgas,"ujar albertiusman
Ia menjelaskan, munculnya anak tidak sekolah dipengaruhi berbagai faktor. Di antaranya persoalan ekonomi atau kemiskinan, masalah keluarga, hingga kendala administrasi kependudukan.
Karena itu, penanganan ATS tidak cukup hanya dilakukan oleh sektor pendidikan, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar setiap anak memperoleh kesempatan untuk kembali mendapatkan layanan pendidikan.
Selain memperkuat koordinasi, pembaruan data Dapodik di masing-masing sekolah juga menjadi salah satu langkah penting. Data yang akurat diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui kondisi anak secara lebih jelas, termasuk alasan mereka tidak bersekolah.
Disdikbud juga menyiapkan berbagai alternatif intervensi bagi anak yang mengalami hambatan untuk mengikuti pendidikan reguler. Salah satunya melalui penguatan layanan pendidikan yang lebih fleksibel, termasuk opsi sekolah jarak jauh.
Namun, sekolah jarak jauh disebut sebagai jalan terakhir setelah berbagai upaya untuk mengembalikan anak ke sekolah reguler dilakukan.
Sosialisasi Dashboard Verval ATS ini diharapkan mampu menyatukan pemahaman operator satuan pendidikan dalam melakukan verifikasi dan validasi data, sehingga tidak terjadi lagi perbedaan data antara kondisi di lapangan dengan data dalam sistem.
Dengan data pendidikan yang semakin akurat dan terintegrasi, Pemko Bukittinggi optimistis upaya menekan angka anak tidak sekolah dapat dilakukan secara lebih terukur, sekaligus mempercepat langkah menuju Bukittinggi Zero ATS. (JM/RRI BKT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....