APSI Kab Pelalawan Studi Banding ke Bukittinggi, Berbagi Prestasi & Praktik Baik

  • 18 Sep 2026 11:57 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Rombongan Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, melakukan studi banding sekaligus silaturahmi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bukittinggi, Jumat (18/9/2026) pagi.

Rombongan APSI Kabupaten Pelalawan dipimpin Syafri, S.Pd. Kehadiran para pengawas sekolah tersebut disambut Sekretaris Disdikbud Kota Bukittinggi, Yudi Hidayat, bersama jajaran bidang terkait, di antaranya Kabid BKBMP Dr. Masri,M.Pd., Kabid Disdiknas, serta Ketua Pengawas SD/SMP Maswardi, M.Pd.

Pertemuan yang berlangsung di Aula Disdikbud Kota Bukittinggi tersebut menjadi momentum untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, serta praktik baik dalam penyelenggaraan pendidikan. Kegiatan tidak hanya diarahkan sebagai kunjungan formal, tetapi juga menjadi ruang diskusi mengenai tantangan pendidikan dan strategi meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Ketua APSI Kabupaten Pelalawan, Syafri,S.Pd mengatakan kunjungan ke Kota Bukittinggi memiliki makna tersendiri bagi rombongan.

Selain menjalin silaturahmi, pihaknya ingin mendapatkan pengalaman dan pengetahuan dari berbagai praktik pendidikan yang telah berkembang di Kota Bukittinggi.

"Kehadiran kami ke Bukittinggi ibarat pulang kampuang dan sekaligus menimba ilmu. Boleh dikatakan Bukittinggi tidak diragukan lagi soal kemajuan pendidikan di tingkat nasional," ujar Syafri.

Menurutnya, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh melalui studi banding diharapkan dapat dibawa pulang dan dikembangkan sesuai dengan kondisi pendidikan di Kabupaten Pelalawan.

Bagi para pengawas sekolah, kegiatan semacam ini dinilai penting karena pengawas memiliki posisi strategis dalam mendampingi sekolah dan tenaga pendidik agar terus melakukan perbaikan mutu pembelajaran.

Karena itu, sharing pengalaman antardaerah menjadi salah satu cara untuk memperluas wawasan sekaligus menemukan pendekatan baru yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah masing-masing.

Berbagi Prestasi dan Praktik Baik

Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Kota Bukittinggi, Yudi Hidayat, yang mewakili Kepala Disdikbud Kota Bukittinggi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan APSI Kabupaten Pelalawan.

Ia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi forum knowledge sharing atau berbagi pengetahuan sehingga kedua pihak tidak hanya saling mengenal, tetapi juga dapat bertukar pengalaman mengenai berbagai program dan inovasi pendidikan.

"Kehadiran rekan-rekan kita dari APSI Pelalawan dalam rangka knowledge sharing. Kiranya kita bisa berbagi atas prestasi yang telah diraih selama ini," ujar Yudi.

Menurutnya, prestasi yang telah dicapai tidak seharusnya berhenti pada satu generasi. Setiap keberhasilan harus menjadi pijakan untuk melahirkan prestasi dan generasi berprestasi berikutnya.

"Jika hari ini juara, maka ke depannya harus melahirkan juara baru," katanya.

Pernyataan tersebut menggambarkan pentingnya keberlanjutan dalam dunia pendidikan. Prestasi bukan sekadar penghargaan yang diperoleh sekolah atau peserta didik, melainkan harus menjadi inspirasi dan sumber pembelajaran bagi generasi berikutnya.

Dengan demikian, keberhasilan seorang siswa, guru, kepala sekolah, maupun satuan pendidikan dapat menjadi praktik baik yang dipelajari, dikembangkan, dan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah lainnya.

Efisiensi Tidak Mengurangi Kualitas Pendidikan

Dalam sesi pemaparan dan diskusi, turut dibahas bagaimana dunia pendidikan menghadapi tuntutan efisiensi sekaligus menjaga kualitas pembelajaran.

Efisiensi, dalam konteks pendidikan, bukan berarti mengurangi mutu proses belajar mengajar. Sebaliknya, efisiensi perlu diarahkan agar sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara tepat untuk memberikan dampak yang lebih besar terhadap kualitas pendidikan.

Transformasi digital menjadi salah satu bagian penting dalam menjawab tantangan tersebut.

Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dapat membantu sekolah dalam pengelolaan pembelajaran, penyediaan sumber belajar, komunikasi, administrasi, hingga pengembangan kompetensi guru dan pengawas sekolah.

Pengalaman selama pandemi Covid-19 juga menjadi salah satu pembelajaran penting bagi dunia pendidikan. Ketika pembelajaran tatap muka mengalami keterbatasan, sekolah dipaksa beradaptasi dengan berbagai bentuk pembelajaran berbasis teknologi.

Situasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dari keberlangsungan pendidikan.

Dari pengalaman tersebut, transformasi digital tidak semata-mata dipahami sebagai penggunaan perangkat teknologi, tetapi sebagai perubahan cara berpikir dan cara kerja dalam memberikan layanan pendidikan.

Materi pembelajaran juga perlu disusun dengan memperhatikan materi esensial sehingga peserta didik tetap memperoleh kompetensi utama meskipun menghadapi situasi pembelajaran yang berbeda.

Mendorong Digitalisasi Pendidikan

Kota Bukittinggi juga terus mendorong terciptanya digitalisasi pendidikan sebagai bagian dari transformasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Digitalisasi diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih fleksibel, memperluas akses terhadap sumber pengetahuan, serta membantu guru dan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Namun, pemanfaatan teknologi tetap harus ditempatkan sebagai sarana untuk memperkuat proses pendidikan, bukan menggantikan peran guru.

Guru tetap menjadi bagian penting dalam membangun karakter, memberikan pendampingan, menciptakan interaksi pembelajaran, serta memahami kebutuhan peserta didik.

Karena itu, transformasi digital membutuhkan kesiapan sumber daya manusia. Pengawas sekolah, kepala sekolah dan guru perlu terus meningkatkan kompetensi agar mampu memanfaatkan teknologi secara tepat dan produktif.

Studi Banding sebagai Ruang Belajar Bersama

Kunjungan APSI Kabupaten Pelalawan ke Kota Bukittinggi menunjukkan bahwa studi banding dapat menjadi ruang belajar bersama antardaerah.

Tidak ada satu daerah yang memiliki seluruh jawaban terhadap tantangan pendidikan. Setiap daerah memiliki pengalaman, kekuatan, inovasi, sekaligus tantangan masing-masing.

Melalui pertemuan seperti ini, pengalaman tersebut dapat dipertukarkan sehingga muncul gagasan baru yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik masing-masing daerah.

Pengawas sekolah memiliki peran penting dalam proses tersebut. Pengawas bukan hanya menjalankan fungsi supervisi, tetapi juga dapat menjadi penggerak peningkatan mutu melalui pendampingan, refleksi, dan berbagi praktik baik.

Dengan demikian, hasil studi banding tidak berhenti pada dokumentasi kegiatan atau kunjungan semata. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata di sekolah.

Mulai dari penguatan kompetensi guru, peningkatan kualitas pembelajaran, pemanfaatan teknologi, pengembangan budaya sekolah, hingga pendampingan peserta didik untuk mencapai potensi terbaiknya.

Dari Bukittinggi untuk Pendidikan yang Lebih Maju

Pertemuan APSI Pelalawan dengan jajaran Disdikbud Kota Bukittinggi juga memperlihatkan bahwa kemajuan pendidikan membutuhkan semangat untuk terus belajar.

Prestasi hari ini harus menjadi inspirasi untuk menciptakan prestasi berikutnya. Inovasi yang berhasil di satu sekolah dapat menjadi bahan pembelajaran bagi sekolah lain. Begitu pula pengalaman menghadapi persoalan pendidikan dapat menjadi pengetahuan berharga bagi daerah lain.

Semangat inilah yang membuat kegiatan studi banding memiliki nilai strategis.

Kunjungan tersebut bukan sekadar perjalanan dari Pelalawan ke Bukittinggi, tetapi perjalanan untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan memperkuat komitmen bersama terhadap peningkatan mutu pendidikan.

Dari ruang pertemuan tersebut, diharapkan lahir gagasan-gagasan baru yang dapat dibawa kembali ke Kabupaten Pelalawan maupun dikembangkan di Kota Bukittinggi.

Pada akhirnya, tujuan pendidikan tetap sama, yakni memberikan layanan pembelajaran yang bermutu dan memastikan peserta didik mendapatkan kesempatan untuk berkembang sesuai potensi mereka.

Sharing ilmu menjadi jembatan, prestasi menjadi inspirasi, dan transformasi digital menjadi salah satu sarana untuk membangun pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Melalui kolaborasi dan semangat saling belajar, praktik baik pendidikan dapat terus berkembang dan melahirkan lebih banyak guru hebat, sekolah berkualitas, serta generasi baru yang berprestasi. (JM/RRI BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....