Heru Astanawa Bangga Bukittinggi Tampil Pada Panggung Internasional
- 20 Jun 2026 07:41 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Semangat kebanggaan begitu terasa di Balai Sidang Bung Hatta, Kota Bukittinggi, Sabtu (20/6/2026). Di bawah bayang-bayang megah Jam Gadang yang genap berusia satu abad, ratusan peserta dari berbagai daerah bahkan mancanegara berkumpul dalam Seminar Internasional sebagai bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Momen itu bukan sekadar forum akademik, melainkan penegasan bahwa Bukittinggi semakin diperhitungkan sebagai kota bersejarah yang memiliki pengaruh di tingkat internasional.

Hadirnya akademisi, peneliti, budayawan, tokoh masyarakat, hingga tamu dari luar negeri menjadikan seminar tersebut sebagai ruang pertemuan gagasan yang mempertemukan sejarah, budaya, diplomasi, pendidikan, dan masa depan Kota Bukittinggi.


Camat Guguak Panjang, H. Heru Astanawa S.Pd.I.M.Pd Tuanku Nan Sati menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya seminar bertaraf internasional itu. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum berharga untuk memperkenalkan wajah Bukittinggi kepada dunia.
"Ini adalah kebanggaan bagi kita semua. Seminar internasional ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan 100 tahun Jam Gadang, tetapi juga menjadi jendela yang memperkenalkan Bukittinggi kepada masyarakat nasional bahkan dunia internasional," ujarnya.
Heru menilai, lokasi seminar yang berada di Balai Sidang Bung Hatta memiliki makna historis yang sangat kuat. Berada tidak jauh dari Jam Gadang, kawasan tersebut menjadi saksi berbagai perjalanan penting bangsa Indonesia. Karena itu, penyelenggaraan seminar di tempat tersebut semakin memperkuat pesan bahwa Bukittinggi bukan sekadar kota wisata, tetapi juga kota yang memiliki warisan sejarah yang tak ternilai.
Menurutnya, usia 100 tahun Jam Gadang bukan hanya sebuah penanda waktu, melainkan simbol keteguhan sejarah yang tetap berdiri kokoh menghadapi perubahan zaman. Selama satu abad, menara kebanggaan masyarakat Bukittinggi itu telah menjadi saksi lahirnya berbagai peristiwa penting, sekaligus menjadi ikon yang menyatukan identitas masyarakat Minangkabau.

"Jam Gadang telah menjadi saksi perjalanan sejarah yang panjang. Kini saatnya kita memperkenalkan kepada dunia bahwa di balik kemegahan menara itu, ada masyarakat yang kaya budaya, memiliki semangat pendidikan yang tinggi, serta potensi ekonomi yang terus berkembang," katanya.
Ia optimistis kehadiran para narasumber dan peserta dari berbagai latar belakang akan membawa manfaat besar bagi pembangunan daerah. Pertukaran ilmu pengetahuan, pengalaman, dan perspektif diyakini mampu melahirkan inovasi baru yang memperkuat kualitas sumber daya manusia serta membuka peluang kerja sama di berbagai bidang.
"Seminar ini menghadirkan energi positif. Ada pertukaran ilmu, pengalaman, dan perspektif dari berbagai pihak. Ini menjadi modal penting untuk menciptakan inovasi dan memperkuat kualitas sumber daya manusia kita," tambahnya.
Heru juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, pemerintah daerah, akademisi, komunitas, dan masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan seminar internasional tersebut. Menurutnya, keberhasilan menghadirkan kegiatan berskala internasional merupakan bukti bahwa Bukittinggi memiliki kemampuan menjadi tuan rumah berbagai agenda besar.
Lebih jauh, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang. Selain memperluas wawasan masyarakat, kegiatan internasional juga mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata melalui meningkatnya kunjungan wisatawan, peserta seminar, dan tamu dari berbagai daerah maupun luar negeri.
"Ketika orang datang ke Bukittinggi, mereka tidak hanya menghadiri acara. Mereka juga mengenal budaya kita, menikmati keindahan alam, mencicipi kuliner khas, dan membawa cerita tentang Bukittinggi ke tempat asal mereka. Inilah dampak positif yang sangat kita harapkan," ungkapnya.
Peringatan 100 Tahun Jam Gadang sendiri menjadi momentum yang membangkitkan kebanggaan masyarakat. Berbagai kegiatan budaya, seminar, pertunjukan seni, hingga festival diselenggarakan untuk mengenang perjalanan panjang ikon yang berdiri sejak tahun 1926 tersebut.
Di usia genap satu abad, Jam Gadang telah melampaui fungsinya sebagai penunjuk waktu. Menara bersejarah itu kini menjadi simbol identitas Kota Bukittinggi, lambang persatuan masyarakat, sekaligus pengingat bahwa sejarah adalah warisan yang harus dijaga bersama.
Melalui seminar internasional ini, semangat kolaborasi, pelestarian budaya, serta penguatan identitas sejarah diharapkan terus tumbuh. Bukittinggi tidak hanya ingin dikenang sebagai kota yang indah dipandang, tetapi juga sebagai kota yang melahirkan inspirasi, menjaga warisan bangsa, dan terus mengukir nama Indonesia di mata dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....