Siswa di Biak Dipulangkan imbas Kabut Asap Karhutla

  • 24 Agt 2026 14:48 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor memastikan siswa yang telah terlanjur masuk sekolah pada Senin, 24 Agustus 2026, dipulangkan ke rumah masing-masing menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin, S.Pd., M.Ap., mengonfirmasi bahwa kebijakan tersebut merupakan instruksi Bupati Biak Numfor yang disampaikan pada Senin pagi melalui pesan WhatsApp. Kamaruddin menegaskan, pesan tersebut benar merupakan instruksi resmi dari Bupati Biak Numfor dan bukan informasi bohong atau hoaks.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, sejumlah sekolah di Biak langsung memulangkan para siswa. Salah satunya SMP Negeri 2 Biak Kota. Kepala SMP Negeri 2 Biak Kota, Suarmi Madjid, S.Pd., mengatakan pihak sekolah ikut melaksanakan imbauan pemerintah daerah dengan memulangkan siswa karena kondisi udara yang dipenuhi kabut asap dinilai dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas belajar.

“Berdasarkan hal tersebut, kami SMP 2 juga ikut memulangkan, tapi berhubung hari ini sudah ready MBG, sehingga kami menahan anak sebentar untuk mereka makan bersama dulu. Setelah selesai makan, kami menghubungi orang tua untuk menjemput anak-anak untuk pulang ke rumah,” katanya.

Ia juga mengimbau para siswa agar mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara masih dipenuhi kabut asap. Para siswa diminta lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan dan menggunakan masker ketika harus keluar rumah.

“Pesan saya kepada anak-anak, kiranya anak-anak betul-betul dapat menerapkan imbauan dari pemerintah daerah, yaitu jangan terlalu banyak bermain di luar. Usahakan bermain dalam rumah, dalam ruangan. Kemudian setiap keluar agar anak-anak menggunakan masker untuk menghindari polusi udara yang kurang sehat saat ini,” tutur Suarmi.

Selain menggunakan masker, Suarmi mengingatkan siswa untuk menjaga kebersihan, memperbanyak konsumsi air putih, mencuci tangan setelah beraktivitas, serta cukup beristirahat.

“Karena ini merupakan salah satu wabah atau pengaruh cuaca yang tidak bisa kita hindari sehingga kita sebagai manusia harus bagaimana beradaptasi dengan cuaca ini dengan cara kita menjaga kebersihan, banyak minum air putih, setiap aktivitas harus cuci tangan dan jangan lupa istirahat yang banyak serta usahakan kurangi bermain di luar rumah,” pungkasnya.

Pihak sekolah berharap kondisi udara segera membaik sehingga kegiatan pembelajaran dapat kembali berlangsung secara normal dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan siswa serta seluruh warga sekolah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....