BPR Bosnik Gandeng Dikdaya Biak Dorong Gerakan Menabung Rp2.000

  • 10 Agt 2026 15:04 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak – BPR Bosnik Intsia Papua menggandeng Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) dalam pelaksanaan program Gerakan Rp2.000 untuk Masa Depan Anak. Program tersebut resmi diluncurkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Swiss-Belhotel Cenderawasih Biak, Senin 10 Agustus 2026.

Program Gerakan Rp2.000 untuk Masa Depan Anak merupakan upaya memberikan pengetahuan dan membangun literasi keuangan bagi siswa sejak usia dini, sekaligus menanamkan budaya menabung, hidup hemat dan disiplin dalam mengelola keuangan.

Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor, Zacharias L. Mailoa, yang mewakili Bupati, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi BPR Bosnik Intsia Papua yang menjadikan Biak Numfor sebagai lokasi pilot project program tersebut.

Menurutnya, gerakan menabung sejak usia sekolah tidak sekadar berkaitan dengan mengumpulkan uang, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun karakter dan kemandirian anak.

“Peluncuran program Gerakan Rp2.000 untuk Masa Depan bukan sekadar tentang mengumpulkan uang. Ini adalah gerakan moral untuk membangun karakter anak-anak kita, menanamkan budaya hemat, budaya disiplin dan budaya gemar menabung sejak dini,” katanya.

Zacharias menilai nominal Rp2.000 yang ditabung secara konsisten dapat memberikan manfaat besar bagi siswa di kemudian hari. Ia mencontohkan, jika siswa menabung Rp2.000 setiap hari, dalam satu bulan dapat terkumpul sekitar Rp60.000 dan mencapai sekitar Rp720.000 dalam satu tahun.

Sementara Direktur BPR Bosnik Insia Papua, Yohanes Budi Purwowaskito, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari amanah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada lembaga jasa keuangan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

“Kami BPR Bosnik Insia Papua mengemban satu amanah dari Otoritas Jasa Keuangan dalam melakukan kegiatan literasi dan inklusi keuangan. Salah satu sasarannya adalah para pelajar, dengan tujuan menumbuhkan semangat atau budaya menabung,” ujar Yohanes.

Menurutnya, melalui program tersebut para siswa tidak hanya diajarkan untuk menabung, tetapi juga diperkenalkan dengan perbankan, nilai uang serta cara mengelola keuangan secara bertanggung jawab sejak dini.

“Gerakan Rp2.000 ini kami ambil dengan nilai nominal terkecil saat ini. Rp2.000 memang sangat kecil, tetapi kalau dilakukan secara konsisten bisa menghasilkan sesuatu yang lebih besar dan sangat bermanfaat,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin, menyambut baik program Gerakan Rp2.000 untuk Masa Depan Anak. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya Dinas Pendidikan dalam meningkatkan literasi keuangan bagi peserta didik.

“Ini sebenarnya adalah bagian dari ikhtiar kita juga di Dinas Pendidikan untuk menggalakkan literasi keuangan bagi para peserta didik. Jadi sekali lagi saya menyambut dengan gembira program yang dilakukan oleh BPR Bosnik Insia Papua ini,” ujarnya.

Untuk tahap awal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor menunjuk dua sekolah sebagai pilot project, yakni SD Yapis 1 Biak dan SMP Negeri 3 Biak.

“Kesepahaman yang kita tandatangani saat ini artinya pemerintah memberikan pintu selebar-lebarnya kepada BPR Bosnik untuk masuk ke sekolah-sekolah, melakukan edukasi, membuka rekening SimPel atau Simpanan Pelajar, dan mengelola tabungan siswa itu di bank mereka,” jelasnya.

Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada dua sekolah yang menjadi pilot project, tetapi dapat dikembangkan menjadi gerakan yang lebih besar dan diterapkan di sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Biak Numfor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....