Unik, Pembelajaran Literasi di Biak Melalui Futsal "Ayah Hebat Literasi Kuat"

  • 07 Agt 2026 17:26 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID,Biak - Yayasan Rumsram menggelar pertandingan futsal bertajuk "Ayah Hebat Literasi Kuat", bagian dari program peningkatan kualitas pembelajaran dasar literasi, numerasi, serta integrasi gizi dan kesejahteraan anak di Kabupaten Biak Numfor. Kegiatan ini juga diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81. Berlangsung di Lapangan Futsal BTN Ridge Biak, Jumat 7 Agustus 2026.

Pertandingan ini melibatkan para ayah murid, kepala sekolah, dan guru dari 9 SD dampingan Yayasan Rumsram, yang terbagi dalam 9 tim perwakilan sekolah serta satu tim dari Yayasan Rumsram.

Mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor, Sekretaris Dinas Nolly CH. Ayomi, S.H., M.Hum. menyampaikan apresiasi mendalam atas inovasi yang dibawa Yayasan Rumsram. Menurutnya, peran ayah menjadi fondasi utama dalam pembentukan kualitas diri anak.

"Anak itu, buku pertama yang mereka baca adalah ayahnya sendiri. Jika ayahnya rajin membaca, anak pasti ikut rajin membaca. Jika ayahnya disiplin dan berkarakter baik, anak pun akan tumbuh berkarakter sama," ujar Nolly.

Ia mengingatkan semboyan kuno: Mens sana in corpore sano: di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Tubuh sehat bermakna gizi yang baik, sedangkan jiwa yang kuat mencakup keseimbangan tiga kecerdasan, yaitu intelektual, emosional, dan spiritual. Ketiganya harus tumbuh bersama agar anak tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan bekal nilai-nilai luhur.

Nolly menekankan bahwa kecerdasan tanpa empati berisiko melahirkan generasi yang mementingkan diri sendiri, terlebih di era gawai saat ini. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan Yayasan Rumsram patut didukung agar para ayah menjadi agen perubahan, membangun pola asuh yang seimbang sehingga kemampuan literasi dan numerasi anak pun tumbuh makin baik

Sementara itu, Program Manager Literasi-Numerasi Integrasi Gizi Yayasan Rumsram, Elisabeth Bukorpioper, menyampaikan pesan menyentuh hati kepada para ayah yang hadir. Ia menjelaskan makna di balik penyatuan kegiatan futsal dengan gerakan literasi.

"Anak-anak di sekolah hanya memiliki waktu terbatas bersama guru. Namun di rumah, waktu bersama Bapak dan Ibu jauh lebih panjang. Rumah adalah sekolah pertama anak, di mana segala sesuatu ditiru dan dipelajari," tegas Elisabeth.

Melalui Kartu Literasi Gizi yang akan dibagikan Yayasan Rumsram, Elisabeth mengajak setiap ayah untuk berkomitmen melakukan hal-hal sederhana namun bermakna, yaitu: Luangkan 15 menit setiap hari untuk membaca cerita bersama anak, tak perlu sempurna, yang penting tulus dilakukan; Berikan ruang anak berpendapat, sesekali samakan posisi dan dengarkan isi hatinya agar anak berani berekspresi; dan Bangun pembelajaran nyata di rumah, seperti mengenal gizi dari makanan sehari-hari dan mengenal angka dalam kegiatan bersama.

"Saat ini, jangan hanya membawa pulang kemenangan dari lapangan. Bawalah pulang semangat perubahan itu. Bangunlah budaya literasi dan tumbuh kembang anak yang sehat, dimulai dari rumah," ujarnya.

Elisabeth juga menegaskan pentingnya menanamkan investasi pada hal-hal mendasar sejak kini, agar 5 hingga 15 tahun ke depan Biak Numfor memanen generasi yang berkualitas.

"Anak-anak Bapak-lah yang kelak akan bercerita tentang perubahan ini. Dimulai dari siapa? Dimulai dari ayah yang hebat. Dari lapangan futsal yang sederhana ini, lahirlah seribu generasi emas di Biak Numfor," ungkap Elisabeth.

Diharapkan semangat di atas lapangan futsal ini, menjadi janji bersama, bahwa perubahan besar bagi masa depan anak-anak Biak Numfor dimulai dari hal-hal kecil, dimulai dari rumah, dan dimulai dari kehadiran seorang ayah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....