Angkasa Pura Biak Gelar Program Pojok Budaya, Angkat Seni Lokal

  • 31 Jul 2026 07:37 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Frans Kaisiepo Biak resmi memulai pelaksanaan Program InJourney Airport Community Upskilling for Aviation (Pojok Budaya) Tahun 2026. Melalui penampilan perdana, Sanggar Seni Aski Yenures,yang digelar di area Check-in dan Ruang Tunggu Bandara Frans Kaisiepo, Kamis 30 Juli 206.

Program Pojok Budaya merupakan bagian dari komitmen PT Angkasa Pura Indonesia dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih bermakna bagi pengguna jasa bandara melalui promosi seni dan budaya lokal. Selain meningkatkan customer experience” program ini juga menjadi wadah pemberdayaan sanggar seni dan komunitas budaya agar semakin dikenal oleh masyarakat luas. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari Program “InJourney Airport Community Upskilling for Aviation”yang diinisiasi oleh PT Angkasa Pura Indonesia untuk mendukung pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kualitas layanan di bandara.

Penampilan Sanggar Seni Aski Yenures menyuguhkan atraksi seni tradisional khas Biak yang memikat perhatian para penumpang dan pengunjung terminal. Kehadiran pertunjukan budaya di area bandara menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memberikan ruang bagi para pelaku seni lokal untuk memperkenalkan kekayaan budaya Papua kepada masyarakat dari berbagai daerah.

Mewakili General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Frans Kaisiepo Biak, Jefry F. Pondaag, Business Support Department Head, menyampaikan bahwa Program Pojok Budaya merupakan bagian dari upaya perusahaan menjadikan bandara sebagai wajah pertama yang merepresentasikan kekayaan budaya daerah.

“Bandara bukan hanya menjadi simpul transportasi udara, tetapi juga merupakan gerbang yang memperkenalkan identitas suatu daerah kepada setiap orang yang datang maupun berangkat. Melalui Program Pojok Budaya, kami ingin menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi para pengguna jasa dengan menampilkan kekayaan seni dan budaya asli Biak sebagai bagian dari kekayaan budaya Papua,”ujarnya

“Program ini merupakan wujud komitmen PT Angkasa Pura Indonesia dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus memberikan ruang bagi sanggar seni lokal untuk terus berkarya, berkembang, dan dikenal lebih luas. Kami percaya bahwa bandara dapat menjadi etalase budaya yang memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal kepada masyarakat Indonesia maupun dunia internasional. Dengan demikian, setiap penumpang yang melintasi Bandara Frans Kaisiepo tidak hanya melakukan perjalanan, tetapi juga membawa pulang pengalaman dan cerita tentang budaya Biak yang kaya akan nilai, tradisi, dan keramahan masyarakatnya,"jelasnya

Sebagai bagian dari implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) Nomor 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui dukungan kepada Sanggar Seni Aski Yenures dengan nilai bantuan sebesar Rp15 juta. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas komunitas seni lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya di Kabupaten Biak Numfor.

Program Pojok Budaya akan dilaksanakan sebanyak 5 kali sepanjang tahun 2026. Setelah penampilan perdana pada 30 Juli 2026, Sanggar Seni Aski Yenures dijadwalkan kembali tampil pada 16 Agustus 2026, 29 Agustus 2026,3 September 2026,dan 26 September 2026.

Melalui Program Pojok Budaya, PT Angkasa Pura Indonesia terus memperkuat transformasi bandara sebagai gerbang konektivitas sekaligus etalase budaya Indonesia, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan kebandarudaraan yang aman, nyaman, dan berkelas dunia, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi kreatif daerah.

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), bagian dari ekosistem InJourney, merupakan pengelola bandar udara yang berkomitmen menghadirkan layanan kebandarudaraan berstandar internasional. Melalui berbagai program keberlanjutan, perusahaan terus mendorong terciptanya nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, serta pembangunan daerah, termasuk melalui pemberdayaan seni, budaya, dan ekonomi kreatif di sekitar kawasan bandara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....