Target Lisensi C, Tarantula Biak Ikuti Penataran Wasit dan Pelatih
- 18 Mei 2026 13:50 WIB
- Biak
RRI.CO.ID,Biak – Komunitas Basket Tarantula Kings Biak mengambil langkah strategis dalam memajukan olahraga bola basket di Kabupaten Biak Numfor. Dengan mengikutsertakan perwakilannya untuk mengikuti kegiatan Penataran Wasit dan Penyegaran Pelatih yang diselenggarakan oleh Perbasi Papua Barat, yang mencakup wilayah zona Maluku dan Papua. Kegiatan berlangsung selama satu minggu, mulai 18 hingga 23 Mei 2026 di Manokwari.
Ketua Komunitas Basket Tarantula, Irwanto L. Pongsipulung Tarigan, ST, menjelaskan bahwa pelatihan ini ditujukan untuk perolehan Lisensi C, tingkatan lisensi yang berlaku di tingkat kabupaten maupun provinsi. Menurutnya, keikutsertaan ini sangat mendesak mengingat kondisi perkembangan bola basket di tanah Papua yang selama ini mengalami kemandekan.
“Di Papua ini kondisi Perbasi sudah tidak aktif atau beku, termasuk di Biak. Susah sekali mengadakan kegiatan, bahkan untuk event biasa saja kami harus bergerak secara swadayaizcny,” ungkap Irwanto, Senin 18 Mei 2026.
Melihat adanya kesempatan pelatihan yang digelar di wilayah Papua Barat, pihaknya tidak menyia-nyiakan momen tersebut. Tarantula Kings Biak mengirimkan sebanyak 3 pelatih dan 4 wasit untuk mengikuti rangkaian kegiatan ini. Penyelenggaraan ini dinilai sangat penting karena narasumber yang didatangkan berasal dari pusat, meliputi pelatih timnas untuk materi penyegaran pelatih, serta pengajar berlisensi internasional untuk wasit.
“Mumpung ada di Manokwari, kami ikut serta. Biaya pendaftaran, penginapan, dan keberangkatan ini murni swadaya dari para senior, tanpa bantuan pihak manapun. Tujuannya setelah selesai, kami langsung mendapatkan lisensi resmi. Jadi kalau nanti kami mau buka akademi, atau masuk ke sekolah-sekolah, kami sudah legal. Orang tua pun akan lebih percaya menitipkan anaknya kepada pelatih yang berlisensi resmi,” tambahnya.
Langkah ini sejalan dengan visi dan misi Tarantula, yaitu “Lewat Basket Ada Masa Depan”. Irwanto berharap, dengan telah memiliki sarana lapangan ditambah kini ada lisensi resmi pelatih dan wasit, keberadaan Tarantula akan kembali mendapat perhatian pemerintah. Lebih dari itu, legalitas ini menjadikan komunitas sebagai wadah yang nyata dan profesional.
“Kalau sudah profesional, kami bisa menjual jasa dan program. Siklus masa depan jadi jelas. Peluang beasiswa terbuka, pelatih bisa berkarir dan berpenghasilan, otomatis membuka lapangan kerja. Ini bukan sekadar olahraga, tapi juga soal pendidikan dan karir,” tegasnya.
Saat ini, jumlah anggota yang bernaung di bawah Tarantula Kings Biak cukup besar. Kelompok senior saja beranggotakan sekitar 90 orang, sementara kelompok pelajar tersebar di berbagai sekolah seperti SMA 3, SMA YPK 2, serta jenjang SMP di antaranya SMP YPPK, SMP 1, SMP 2, SMP Angkasa, dan SMP Yapis. Fokus utama komunitas adalah pembinaan dan regenerasi atlet muda.
Bahkan, upaya pencarian bibit unggul terus dilakukan. Saat ini, pihaknya tengah mengajukan berkas dan video rekaman bakat atlet muda, mulai dari siswi SMP YPPK hingga siswa SMA 1, untuk mendapatkan beasiswa pembinaan di Jawa. Program beasiswa ini terbuka tidak hanya bagi lulusan, tetapi juga siswa yang masih duduk di bangku sekolah, asalkan memiliki potensi besar.
Sementara itu, Penasehat Tarantula Biak, Teddy, berharap langkah ini dapat menjadi pemicu atau contoh bagi klub-klub lain di Biak maupun seluruh Papua. Mengingat pelatihan ini dibuka untuk umum dan mencakup seluruh wilayah Papua, Tarantula diharapkan menjadi klub pertama di Biak yang memiliki legalitas lengkap baik dari segi pelatih maupun wasit, sehingga memotivasi yang lain untuk maju bersama.
“Semoga rekan-rekan yang berangkat bisa memanfaatkan lisensi ini dengan bijak dan menjadi motivasi. Mari bersinergi memajukan bola basket di Biak. Semoga Tarantula menjadi contoh baik agar basket di tanah Papua kembali bangkit dan berdaya saing,” ungkap Teddy mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....