Manajemen Bandara Biak Apresiasi Jajaran Polres Ungkap Kasus Pencurian Kabel

  • 25 Feb 2026 13:18 WIB
  •  Biak

RRI,CO.DI,Biak - General Manager Bandara Internasional Frans Kaisiepo, Iwan Sanusi, menegaskan bahwa setiap gangguan terhadap infrastruktur bandara harus dipandang sebagai ancaman serius terhadap keselamatan publik dan kepentingan negara. Penegasan tersebut disampaikan menyusul keberhasilan Polres Biak Numfor dalam mengungkap dan menangkap empat pelaku pencurian kabel di area bandara. Penanganan kasus ini dipimpin langsung oleh Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, bersama jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim).

Iwan Sanusi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres dan seluruh jajaran Polres Biak Numfor atas respons cepat, ketegasan, serta profesionalisme dalam menjaga keamanan kawasan bandara.

“Kami memberikan apresiasi kepada Polres Biak Numfor yang dipimpin langsung oleh Bapak Kapolres AKBP Ari Trestiawan. Kesigapan dan komitmen beliau beserta jajaran menunjukkan keseriusan dalam menjaga objek vital strategis nasional,” ujar Iwan Sanusi. Rabu 25 Februari 2026.

Menurut Iwan Sanusi, kabel yang dicuri merupakan bagian dari sistem vital pendukung operasional dan keselamatan penerbangan, termasuk jaringan penerangan sisi udara (airfield lighting), sistem komunikasi, serta perangkat navigasi.

Gangguan terhadap infrastruktur tersebut berpotensi menimbulkan gangguan sistem navigasi dan fasilitas keselamatan penerbangana. potensi pembatasan operasional atau penundaan penerbangan demi menjaga prinsip keselamatan. gangguan sistem keamanan seperti CCTV dan kontrol akses. Selain itu kerugian finansial serta biaya pemulihan infrastruktur dan risiko terhadap kepercayaan publik terhadap layanan transportasi udara

“Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama dan tidak dapat ditawar. Gangguan terhadap fasilitas bandara bukan sekadar tindak pidana biasa, tetapi berpotensi berdampak luas terhadap masyarakat," ujar Iwan menegaskan.

Sebagai objek vital strategis nasional yang dilindungi negara, kawasan bandara berada dalam sistem pengamanan khusus. Setiap tindakan pencurian, perusakan, maupun sabotase terhadap fasilitas penerbangan akan diproses secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Bandara Frans Kaisiepo merupakan simpul konektivitas utama di wilayah Papua yang mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pelayanan publik. Stabilitas keamanannya menjadi bagian dari kepentingan nasional.

Sebagai langkah tindak lanjut, manajemen bandara akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan infrastruktur, termasuk optimalisasi pengawasan area terbatas, peningkatan patroli terpadu, serta penguatan koordinasi lintas sektor bersama Polres Biak Numfor. Pendekatan pengamanan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif dan kolaboratif dengan masyarakat.

“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan aparat kepolisian. Tidak ada toleransi terhadap tindakan yang membahayakan keselamatan penerbangan dan masyarakat luas,”ujar Iwan Sanusi

Manajemen bandara juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas negara demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Kabupaten Biak Numfor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....